AYOJAKARTA.COM - Persaingan ponsel lipat diprediksi memanas pada 2026. Setelah lama mendominasi pasar foldable, Samsung Electronics kini bersiap menghadapi tantangan baru yakni kehadiran foldable pertama dari Apple Inc. yang kerap dijuluki iPhone Fold.
Untuk menjawab tekanan tersebut, Samsung disebut tengah menyiapkan peningkatan besar pada Samsung Galaxy Z Fold 8.
Fokus utamanya jelas yakni mengurangi lipatan layar (crease) yang selama ini menjadi “Achilles’ heel” ponsel lipat.
Teknologi Dual Ultra Thin Glass
Dilansir dari YouTube Tcol Tech, Z Fold 8 akan mengadopsi konstruksi dual ultra thin glass (UTG).
Jika sebelumnya lapisan UTG hanya diaplikasikan pada bagian atas panel OLED, kini Samsung dikabarkan akan menempatkannya di sisi atas dan bawah layar.
Struktur ganda ini membuat panel lebih stabil dan membantu menekan visibilitas lipatan saat layar dibuka.
Estimasi awal menyebut lipatan bisa berkurang hingga 20% dibanding generasi sebelumnya.
Tak hanya itu, Samsung Display juga memamerkan panel OLED lipat generasi terbaru di ajang CES 2026.
Panel ini dilengkapi lapisan laminasi baru untuk difusi cahaya lebih merata serta micro laser-drilled back plate.
Lubang mikro pada pelat belakang berfungsi menyebarkan tekanan saat proses lipat-buka, sehingga mengurangi konsentrasi stres di satu titik.
Dampaknya, lipatan bisa semakin memudar seiring waktu sekaligus meningkatkan durabilitas layar.
Beda Pendekatan dengan Apple
Menariknya, meski panel OLED lipat diproduksi Samsung Display, pendekatan desain Samsung dan Apple disebut berbeda.
Apple diyakini menggunakan substrat kaca untuk menekankan rigiditas dan ketahanan jangka panjang, selaras dengan filosofi desain premium mereka.
Sementara Z Fold 8 diprediksi memakai substrat metal berlubang laser yang lebih fleksibel dan berfokus pada manajemen tekanan.
Perbedaan ini bisa memengaruhi perilaku “penuaan” layar dalam jangka panjang antara iPhone Fold dan Z Fold 8.
Belajar dari Generasi Sebelumnya
Sebagai gambaran, Samsung Galaxy Z Fold 7 saat ini mengusung layar lipat 8 inci, cover display 6,5 inci, baterai 4.400 mAh dengan pengisian 25W, serta kamera utama 200MP.
Meski performa, baterai, dan kamera terus membaik dari tahun ke tahun, lipatan layar tetap menjadi kritik utama pengguna foldable premium.
2026 Bakal Jadi Titik Balik Foldable?
Jika Apple benar-benar masuk ke pasar dengan desain book style, persaingan akan naik level.
Kehadiran Apple berpotensi memperluas pasar sekaligus memaksa Samsung mempercepat inovasi.
Bagi konsumen, ini kabar baik. Jika klaim pengurangan lipatan 20% terbukti, Z Fold 8 bisa menjadi generasi paling matang dalam sejarah lini Fold dan mungkin selangkah lebih dekat menuju layar lipat yang terasa nyaris tanpa bekas lipatan.***
Share this article
Persaingan ponsel lipat 2026 memanas dengan hadirnya iPhone Fold. Samsung membalas lewat Galaxy Z Fold 8 yang fokus hilangkan lipatan layar hingga 20% menggunakan teknologi Dual UTG dan laser-drilled.