Edukasi Psikologi: Memutus Siklus Kekerasan terhadap Anak, Memahami dan Mengatasi Trauma Masa Kecil

Edukasi psikologi tentang memutus siklus kekerasan cegah trauma masa kecil
Edukasi psikologi tentang memutus siklus kekerasan cegah trauma masa kecil

AYOJAKARTA.COM - Banyak orang yang melakukan kekerasan terhadap anak-anak mereka sendiri pernah mengalami kekerasan oleh orang tua mereka.

Namun, menurut psikolog klinis Ferdian Permana di akun TikTok @katapsikologi, tidak semua orang yang mengalami kekerasan di masa kecil melanjutkan kekerasan terhadap anak-anak mereka sendiri.

Mari kita dalami masalah yang rumit ini dan pahami aspek dalam edukasi psikologi yang mendasarinya.

Baca Juga: 12 Ciri-ciri Psikologi Pria yang Berpotensi Melakukan KDRT atau Kekerasan Fisik, Wanita Wajib Selektif!

Apa itu Kekerasan?

Kekerasan melibatkan penganiayaan yang disengaja terhadap orang lain. Penganiayaan ini dapat berupa verbal, emosional, psikologis, atau fisik.

Kekerasan dapat mencakup manipulasi, kekerasan fisik, dan perilaku berbahaya lainnya yang dimaksudkan untuk menyebabkan rasa sakit dan penderitaan fisik atau emosional.

Siklus Kekerasan

Orang yang melakukan kekerasan terhadap anak-anak mereka sering kali memiliki riwayat pernah mengalami kekerasan.

Baca Juga: 5 Kekerasan Mental yang Sering Dilakukan dan Dianggap Normal, Pernah Mengalaminya?

Siklus kekerasan dapat dijelaskan melalui dua pelajaran utama yang dipelajari dari kejadian di masa kecil:

1. Identifikasi dengan Pelaku Kekerasan: Beberapa individu mengidentifikasi diri dengan orang tua mereka yang kasar.

Mereka membenarkan tindakan orang tua mereka dan secara tidak sadar mengulangi perilaku yang sama karena mereka melihat orang tua mereka sebagai sarana untuk bertahan hidup.

Mereka menganggap orang tua mereka sebagai panutan, meskipun orang tua tersebut kasar.

2. Penolakan terhadap Perilaku Pelaku Kekerasan: Orang lain menolak perilaku kasar orang tua mereka.

Mereka mengembangkan kesadaran akan dampak negatif kekerasan dan membuat pilihan yang disengaja untuk tidak mengulangi perilaku ini pada anak-anak mereka sendiri.

Penolakan ini membantu mereka untuk memutus siklus kekerasan dan memilih jalan yang berbeda.

Baca Juga: 5 Tanda Peringatan Kekerasan Emosional dalam Hubungan, Segera Sadar Sebelum Terlambat!

Kekuatan Pilihan

Mengalami kekerasan di masa kecil tidak serta merta menyebabkan mereka menjadi pelaku kekerasan.

Orang memiliki kemauan untuk memilih untuk tidak mengulangi pola kekerasan yang mereka alami.

Memahami hal ini memberi individu kekuatan untuk mengendalikan hidup dan keputusan mereka, daripada dikendalikan oleh masa lalu mereka.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Kasar

Bahkan jika seseorang tidak mengalami kekerasan saat masih anak-anak, mereka tetap dapat menjadi pelaku kekerasan karena faktor-faktor lain, seperti:

- Gangguan Kepribadian: Kondisi seperti gangguan kepribadian antisosial atau gangguan kepribadian narsistik dapat menyebabkan perilaku kasar.

- Penyalahgunaan Zat: Masalah dengan alkohol atau narkoba juga dapat menyebabkan tindakan kasar.

Baca Juga: Tanda Kamu Mengalami Kekerasan Emosional dalam Hubungan, Yuk Cari Tahu di Sini

Kesimpulan

Memutus siklus kekerasan memerlukan kesadaran dan upaya yang sadar. Memahami akar psikologis dari perilaku kekerasan memberdayakan individu untuk membuat pilihan yang berbeda.

Penting untuk diingat bahwa masa lalu kita tidak harus menentukan masa depan kita.

Dengan mengendalikan tindakan dan keputusan kita, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lebih berbelas kasih bagi diri kita sendiri dan generasi mendatang.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Siklus Kekerasan
# memahami
# trauma masa kecil
# edukasi psikologi
# anak

News Update

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

News

Siap-siap! Tarif Naturalisasi dan Lepas Status WNI Naik Mulai Agustus 2026, Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Pemerintah resmi menetapkan penyesuaian tarif untuk berbagai layanan kewarganegaraan yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2026.

Sport

Badai Kritik Terjang Gianni Infantino Usai Penutupan Piala Dunia 2026, FIFA Dinilai Hanya Kejar Bisnis

Presiden FIFA Gianni Infantino hadapi krisis kredibilitas usai Piala Dunia 2026. Sorotan tiket mahal, jet pribadi, hingga sorakan publik di final hiasi kritik bisnis, meski posisi politiknya kokoh.

Jakarta Timur

Gudang Spark Sport Academy Pondok Bambu Dilalap Si Jago Merah, 25 Anak Berhasil Dievakuasi Selamat!

Kebakaran terjadi di gedung Spark Sport Academy yang berlokasi di Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin, 20 Juli 2026

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Global, Pramono Anung Dorong Fasilitas Publik dan Perkantoran Wajib Punya Ruang Laktasi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fasilitas bagi ibu dan anak di ibu kota.

Jakarta Selatan

Aksi Heroik Gagalkan Penjambretan Bersajam di CFD, 4 Personel Dishub DKI Dapat Penghargaan!

Keempat petugas tersebut berhasil menggagalkan aksi penjambretan bersenjata tajam di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.