AYOJAKARTA.COM - Dikutip dari Psychology Today, creatine, senyawa yang sering dikaitkan dengan pembentukan otot dan kinerja atletik, kini sedang dieksplorasi potensi manfaatnya dalam mengobati berbagai gangguan otak.
Para peneliti telah menemukan bahwa suplementasi creatine dapat meningkatkan kognisi dan suasana hati, memberikan harapan bagi individu dengan beberapa kondisi terkait otak.
Apa Itu Creatine
Creatine adalah bahan kimia yang disintesis dari asam amino yang terutama memasok energi ke otot. Namun, sekitar 5 persen creatine tubuh ditemukan di organ lain, termasuk otak.
Penemuan ini mengarah pada penelitian baru tentang potensi creatine untuk mengobati gangguan terkait usia, penyakit jantung kongestif, resistensi insulin, dan kolesterol tinggi.
Cara Kerja Creatine di Otak
Otak mengonsumsi hampir 20 persen energi tubuh, sehingga membuatnya sangat aktif. Tingkat creatine yang cukup sangat penting untuk fungsi kognitif seperti perhatian, memori, pengambilan keputusan, dan penalaran.
Studi menunjukkan bahwa suplementasi creatine dapat meningkatkan fungsi kognitif dalam situasi tertentu, seperti kurang tidur, kelelahan mental, atau stres berkepanjangan.
Misalnya, pemain rugby yang kurang tidur yang mengonsumsi creatine tampil lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Creatine dan Cedera Otak Traumatis
Penelitian menunjukkan bahwa creatine dapat membantu pemulihan dari cedera otak traumatis.
Trauma otak menghabiskan kadar creatine, dan suplementasi mungkin membantu mengisi kembali sumber daya penting ini, sehingga berpotensi meningkatkan pemulihan.
Baca Juga: Kamu Suka Tantangan? Ini Dia Jurusan Kuliah Tersulit di Indonesia, Berani Mencoba?
Efek neuroprotektif Creatine diyakini melibatkan pemeliharaan mitokondria, komponen sel yang bertanggung jawab untuk produksi energi.
Gangguan Creatine dan Mood
Gangguan suasana hati seperti gangguan depresi mayor (MDD), gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan PTSD mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Meskipun pengobatan dan terapi tersedia, namun tidak selalu efektif sepenuhnya. Studi menunjukkan bahwa kadar creatine di lobus frontal otak dapat mempengaruhi gangguan mood.
Misalnya, menambahkan creatine ke antidepresan telah meningkatkan mood pada beberapa pasien depresi. Para peneliti berhipotesis bahwa kadar creatine otak yang lebih tinggi dapat membantu mengobati gangguan ini.
Baca Juga: Ungkap Fakta Baru, Peran Krusial Dede dalam Kasus Vina Cirebon Sampai Dapat Perlindungan LPSK
Salah satu tantangan dalam menggunakan creatine sebagai pengobatan adalah kesulitannya dalam melewati sawar darah-otak.
Penelitian selanjutnya bertujuan untuk mengembangkan senyawa creatine yang dapat lebih mudah masuk ke otak.
Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, creatine menunjukkan potensi sebagai suplemen yang bermanfaat untuk kesehatan otak.
Baik untuk meningkatkan fungsi kognitif, membantu pemulihan cedera otak traumatis, atau meningkatkan pengobatan gangguan mood, creatine dapat menjadi alat yang berharga dalam ilmu kedokteran.
Untuk saat ini, menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu mengoptimalkan kadar creatine kamu secara alami.***

Share this article
Tak hanya dapat digunakan untuk membesarkan otot, ternyata creatine juga dapat menunjukkan potensi dalam mengobati gangguan otak.