AYOJAKARTA.COM – Skizofrenia, merupakan kondisi kesehatan mental kronis yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku.
Kondisi skizofrenia ini ditandai dengan gejala-gejala seperti delusi atau halusinasi.
Siapa pun dapat mengalami gangguan mental yang disebut skizofrenia ini.
Secara umum, orang-orang menyebut gangguan mental ini sebagai "gila", yaitu orang-orang yang kehilangan akal sehatnya dan seringkali berkeliaran di jalan-jalan.
Mereka yang mengalami skizofrenia ini membutuhkan perawatan berkelanjutan.
Gejala-gejala Skizofrenia
Beberapa gejala skizofrenia dapat mudah dikenali karena terlihat jelas dari perilaku seseorang.
Gejala skizofrenia sering diklasifikasikan sebagai gejala positif atau negatif.
Kamu dapat menganggap gejala-gejala ini sebagai gejala yang menambah perilaku (positif) dan gejala yang mengurangi perilaku (negatif).
Misalnya, gejala positif melibatkan halusinasi atau delusi yang tidak semua orang mengalaminya.
Gejala negatif mengganggu emosi, perilaku, dan kemampuan umum, seperti mengalami kekurangan emosi.
Untuk dianggap mengalami skizofrenia, seseorang setidaknya harus mengalami 2 gejala atau lebih dari gejala-gejala berikut, setidaknya selama 1 bulan, yaitu:
- Delusi
- Halusinasi
- Bicara yang tidak koheren atau bicara yang dengan cepat beralih dari satu topik ke topik lainnya
- Perilaku yang sangat tidak teratur seperti masalah dengan fungsi motorik atau agitasi yang tidak dapat dijelaskan atau pusing, atau katatonia
- Gejala negatif (misalnya, hanya duduk tanpa minat untuk pergi bekerja, sekolah, atau melakukan kegiatan apa pun)
Baca Juga: Ciri-Ciri Kamu Memiliki Kepribadian Ambivert, Cek Selengkapnya Disini!
Dari gejala-gejala tersebut, setidaknya satu dari 3 gejala pertama (delusi, halusinasi, dan berbicara tidak teratur) harus ada.
Gejala-gejala ini harus secara signifikan mempengaruhi satu atau beberapa bidang utama dalam hidup seseorang, seperti pekerjaan, hubungan, atau sekedar mengurus diri sendiri.
Juga harus ada tanda-tanda gangguan yang terus menerus selama 6 bulan dengan setidaknya 1 bulan gejala aktif.
Delusi
Delusi adalah keyakinan tetap yang tidak berubah, bahkan ketika seseorang diberi bukti bahwa keyakinan tersebut tidak didasarkan pada kenyataan.
Orang bisa memiliki berbagai macam delusi seperti:
Baca Juga: Penetapan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Awal Ramadhan 2024, Catat di Sini Tanggal Berapa Aja!
- Penganiayaan ("orang-orang akan menyakiti saya")
- Referensial ("orang-orang mengirimi saya sinyal-sinyal rahasia")
- Megah ("Saya kaya dan terkenal dan dikenal di seluruh dunia")
- Erotomania ("Saya tahu orang itu jatuh cinta pada saya")
- Nihilistik ("akhir dunia akan segera tiba!")
- Somatik ("hati saya dapat mengubah racun apa pun menjadi zat yang tidak berbahaya")
Halusinasi
Halusinasi melibatkan persepsi yang tidak nyata, atau mengalami sesuatu yang tidak dialami oleh orang lain, seperti melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Halusinasi dapat mempengaruhi salah satu indera manusia, tetapi yang paling sering terjadi adalah halusinasi pendengaran, seperti mendengar suara-suara yang tidak ada.
Penyebab Skizofrenia
Penyebab skizofrenia belum sepenuhnya dipahami, namun faktor seperti genetik, biologis, dan perkembangan mental dapat berperan.
Seperti halnya kondisi kesehatan mental lainnya, penyebab skizofrenia kemungkinan besar kompleks dan beragam.
Orang dengan riwayat keluarga skizofrenia memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan mental ini.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa genetika memainkan peran yang kuat dalam mengembangkan skizofrenia.
Nah, jika dirimu, atau orang-orang di sekitarmu ada yang mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah konsultasikan dengan ahli medis bidang kejiwaan.***

Share this article
Mengenal skizofrenia, penyakit mental yang perlu diwaspadai, kenali gejala-gejalanya yang muncul serta penyebabnya.