AYOJAKARTA.COM - Keluarga merupakan unit hubungan sosial terkecil yang ada di dalam setiap peradaban manusia.
Baik atau buruknya sebuah peradaban, tentu saja turut dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan lazim yang diberlakukan dalam keluarga.
Dari keluarga yang sehat akan tercipta lingkungan masyarakat sehat dan membuat negara lebih sehat serta berdampak pada peradaban.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Toxic pada Diri Sendiri yang Tanpa Sadar Masih Sering Dilakukan, Kamu Merasakannya?
Faktanya tidak setiap pribadi bisa mengedepankan kebiasaan sehat atau sering menganggap normal hubungan keluarga yang disfungsi.
Disadari atau tidak, keluarga yang disfungsi akan ikut mempengaruhi karakter anggota keluarga sehingga akan mempengaruhi kehidupan sosial secara lebih luas.
Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang dianggap hal wajar dalam sebuah keluarga yang mengalami disfungsi.
Baca Juga: 4 Tokoh Sukses dengan Kebiasaan Uniknya, Apakah Ada yang Mirip Dirimu?
Pertama adalah komunikasi serta batasan yang buruk antara sesama anggota keluarga, sehingga terkadang menimbulkan pertengkaran.
Salah satu contoh komunikasi dan batasan yang sering dilanggar tetapi dianggap normal adalah ketika seorang Adik meminjam benda milik Kakak tanpa ijin, atau sebaliknya.
Kedua, anggota keluarga tidak mengungkapkan dengan jujur apa yang dirasakan ketika ada sebuah peristiwa atau kendala yang mengganggunya.
Baca Juga: 10 Kebiasaan Buruk yang Membuatmu Tidak Disukai Orang Lain, Nomor 7 Banyak Dilakukan Generasi Muda!
Misalnya, Kakak yang mengetahui Adiknya meminjam benda tanpa ijin lebih memilih untuk mengabaikan perasaan, meski sebenarnya keberatan.
Sikap membiarkan akan membuat Si Adik menganggap wajar serta dibenarkan, sementara Si kakak mulai menjadi pribadi yang tidak enakan.
Membiarkan perilaku kurang menghargai privasi seseorang, lambat laun akan menjadikan kedekatan emosional dalam keluarga berkurang.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi Orang Sukses yang Bikin Sehat dan Bahagia, Bisa Ditiru!
Akibat berkurangnya kedekatan emosional antara anggota keluarga, hal tersebut bisa berdampak pada kebiasaan untuk menyimpan rahasia atau menutupi masalah.
Di dalam keluarga yang mengalami disfungsi, masing-masing anggota keluarga merasa tidak perlu mengeluarkan pendapat atau membahas suatu permasalahan.
Adanya perasaan sungkan untuk mengutarakan apa yang sebenarnya dirasakan, akan membentuk kebiasaan mengabaikan suatu permasalahan.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Kecil Ini Bisa Ubah Hidupmu Dalam 30 Hari, Siap Coba?
Permasalahan yang tidak diselesaikan hingga tuntas ke akar persoalan, akan terus mengendap dan dibawa dalam kehidupan.
Pola yang tidak sehat semacam ini dalam jangka tertentu akan menciptakan kebiasaan berpura-pura baik dengan kondisinya.
Kondisi seseorang dalam mengabaikan perasaannya, akan membentuk seseorang menjadi karakter yang sulit mencintai diri sendiri.
Baca Juga: Harga Diri Rusak Akibat Sering Melakukan Kebiasaan ini, Yuk Segera Hindari
Tidak adanya kecintaan pada diri sendiri, akan membuat seseorang lebih mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan sosial yang lebih luas.
Jika lingkungan sosial diluar keluarga mengajarkan bahwa kekejaman adalah hal biasa, bukan tidak mungkin akan membentuk seseorang menjadi terbiasa dengan kekejaman.
Karena itu, pemahaman tentang aspek pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang sehat perlu dimulai dari dalam keluarga.
Demikian seperti dirangkum AyoJakartac.om pada Senin, 11 September 2023 dari akun Instagram @meaningful.me.***
Share this article
Salah satu hal yang bisa mengakibatkan disfungsi dalam keluarga adalah anggota keluarga tidak mengungkapkan dengan jujur apa yang dirasakan.