AYOJAKARTA.COM -- Berikut ini adalah kebiasaan merusak diri sendiri yang Anda kembangkan secara sadar dan tidak sadar sebagai mekanisme menghadapi pengalaman masa lalu yang menyakitkan.
Perlu Anda ingat bahwa terkadang hanya Anda sendiri yang menghalangi kesempatan Anda untuk mendapatkan kehidupan yang indah dan sukses. Anda melakukannya dengan melanjutkannya dengan berbagai kebiasaan yang merusak diri sendiri.
Oleh sebab itu, demi mental yang kuat dan sehat, Anda perlu segera menghentikan kebiasaan-kebiasaan tersebut. Namun sebelum itu, dikutip The Times of India, Anda juga perlu mengenali beberapa kebiasaan yang merusak diri sendiri, di antaranya.
Baca Juga: 11 Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Segera Persiapkan Dirimu!
1. Penggunaan alkohol dan obat-obatan adiktif
Menggunakan alkohol atau obat-obatan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk menghindari masalah langsung bukanlah langkah yang baik. Kebiasaan itu membawa Anda ke jalan hidup dalam penyangkalan. Anda harus mulai menghadapi masalah Anda secara langsung.
2. Biasa Menyenangkan orang
Orang sering menggunakan cara menyenangkan orang ketika mereka memiliki pengalaman pengabaian atau isolasi sosial di masa lalu. Mereka menganggap kebiasaan ini sebagai metode sempurna untuk menyesuaikan diri.
Kebiasaan ini buruk bagi kesehatan mental Anda dalam jangka panjang. Pasalnya, cepat atau lambat Anda akan mulai merasa kesal terhadap orang-orang seperti itu dan semakin membenci diri sendiri ketika Anda tidak dapat berbuat apa-apa.
3. Perilaku seksual berisiko
Melakukan atau tidak melakukan hubungan seksual sepenuhnya merupakan pilihan pribadi. Tetapi jika hal itu terjadi sehingga membahayakan kesehatan Anda dan pasangan, maka hal ini menimbulkan kekhawatiran.
Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Berpeluang untuk Lolos!
Jika Anda menggunakan hal ini sebagai mekanisme untuk mengatasi trauma masa lalu, bicarakan dengan terapis karena mereka dapat memberi Anda nasihat yang lebih baik.
4. Pengeluaran dan belanja kompulsif
Aktivitas kompulsif dapat memberikan pelarian sementara dari stres, kebosanan, kecemasan, atau emosi negatif lainnya. Terlibat dalam perilaku seperti itu dapat mengalihkan perhatian dari masalah kehidupan nyata atau tantangan emosional.
5. Perjudian atau permainan kompulsif
Permainan dan aktivitas kompulsif sering kali memiliki sistem penghargaan bawaan yang memberikan pemain rasa pencapaian kompeten dan karenanya meningkatkan harga diri.
Contohnya, game online dapat menawarkan rasa memiliki terhadap suatu komunitas. Bagi individu yang mungkin kesulitan berinteraksi sosial dalam kehidupan nyata, ruang virtual ini bisa sangat menarik.
Baca Juga: Segini Perkiraan Rincian Biaya Kuliah Kedokteran UI dan UGM Sampai Lulus, Tertarik Daftar?
6. Binge Eating
Binge Eating adalah salah satu jenis gangguan makan yang ditandai dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Orang yang mengalami episode makan berlebihan mungkin merasa bersalah, malu, dan tertekan setelahnya.
Penting untuk diingat bahwa makan berlebihan berbeda dengan makan berlebihan sesekali. Gangguan makan berlebihan adalah suatu kondisi kesehatan mental yang dapat berdampak fisik, emosional, dan sosial pada kehidupan seseorang.

Share this article
Demi mental yang kuat dan sehat, Anda perlu segera menghentikan kebiasaan merusak diri sendiri yang Anda kembangkan secara sadar dan tidak.