AYOJAKARTA.COM - Indonesia bisa belajar dari Negara Swiss yang telah menetapkan standar baru dalam memanfaatkan energi ramah lingkungan untuk warganya.
Saat ini berbagai tempat dan industri gencar menerapkan slogan ramah lingkungan di Jenewa, Swiss.
Banyak dari mereka juga yang mengoperasikan pusat data yang sangat inovatif menggunakan energi daur ulang.
Bahkan energi tersebut dimanfaatkan untuk memanaskan ribuan rumah di Swiss.
Sejak November 2024 swiss telah berhasil mendaur ulang 100 persen limbah menjadi listrik yang dapat digunakan masyarakat di sana.
Selain menurunkan cost juga bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi energi yang tinggi.
Seperti Pusat data identik sering dikritik karena penggunaan listrik yang besar dan pemborosan karena mengeluarkan energi panas.
Pemerintah Swiss telah menemukan solusi berkelanjutan dengan memanfaatkan kembali panas yang dihasilkan itu.
Baca Juga: iPhone 16 Kapan Mulai Dijual Bebas? Netizen: Yaa Allah Semoga sebelum Puasa Ini
Dengan inovasinya mereka untuk memasok jaringan pemanas terpusat di Kanton Jenewa.
Hal ini mampu untuk memberikan manfaat bagi sekitar 6.000 rumah tangga.
Hingga saat ini pusat data Swiss beroperasi pada kapasitas 25 persen dan ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada tahun 2028.
Dengan pencapaian negara Swiss tersebut diharapkan menjadi contoh bagi industri pusat data di seluruh dunia.
Salah satu keunikan pusat data disana yaitu tidak menggunakan sistem pendingin udara jadi lebih hemat listrik.
Merupakan sesuatu yang jarang ditemukan pada server atau pusat data yang umumnya menghasilkan panas berlebih.
Mereka menggunakan teknologi penukar udara yang menyalurkan panas ke dalam sistem pemanas air untuk warga Swiss.***

Share this article
Saat ini berbagai tempat dan industri gencar menerapkan slogan ramah lingkungan di Jenewa, Swiss, bagaimana caranya?