AYOJAKARTA.COM - Gangguan penimbunan barang adalah kondisi kesehatan mental kompleks yang dapat berdampak buruk pada kualitas hidup seseorang.
Mengenali tanda-tandanya dan memahami penyebabnya dapat membantu dalam mencari pengobatan yang tepat.
Dikutip dari akun TikTok @katapsikologi, berikut gambaran lengkap mengenai gangguan penimbunan berdasarkan kriteria DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition).
1. Kesulitan Membuang Barang
Salah satu kriteria utama gangguan penimbunan adalah kesulitan ekstrem dalam berpisah dengan harta benda, terlepas dari nilai sebenarnya.
Meskipun wajar jika melekat pada barang-barang berharga, penderita gangguan penimbunan kesulitan membuang barang-barang yang sering dianggap tidak berharga oleh orang lain.
2. Stres Terkait dengan Pembuangan
Individu dengan gangguan penimbunan mengalami stres yang signifikan ketika memikirkan untuk membuang barang.
Kecemasan ini mendorong kebutuhan mereka untuk terus mengumpulkan dan menyimpan harta benda, sehingga menyebabkan kekacauan yang berlebihan.
3. Ruang Hidup yang Berantakan
Barang-barang yang terkumpul seringkali memenuhi ruang keluarga seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan bahkan kamar mandi, sehingga menyulitkan orang tersebut untuk bergerak atau menggunakan ruang tersebut untuk tujuan yang dimaksudkan.
Di lingkungan tempat tinggal bersama, anggota keluarga mungkin berusaha membereskan kekacauan, namun masalah ini lebih terlihat ketika orang tersebut tinggal sendirian.
Baca Juga: CATAT, 10 Jurusan Pendidikan Ini Sangat Dibutuhkan dan Jadi Prioritas CPNS 2024, Jurusanmu Termasuk?
4. Gangguan Fungsi Sehari-hari
Perilaku menimbun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan interaksi sosial.
Hal ini juga dapat menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan karena potensi akumulasi bahan berbahaya, bakteri, atau hama.
5. Tidak Ada Penyebab Medis Lainnya
Gangguan penimbunan tidak boleh dikaitkan dengan cedera otak atau kondisi medis lainnya.
Jika perilaku tersebut terkait dengan trauma atau kondisi neurologis, hal ini mungkin tidak diklasifikasikan sebagai gangguan penimbunan.
6. Tidak Lebih Baik Dijelaskan oleh Gangguan Lain
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Rudiana Harus Bahagia karena Keterangan Dede, Ini Sebabnya
Gejala gangguan penimbunan tidak bisa dijelaskan dengan lebih baik oleh kondisi kesehatan mental lain seperti skizofrenia, depresi berat, atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
Jika kondisi ini dikesampingkan, gangguan penimbunan dapat didiagnosis.
Tingkat Perilaku Menimbun
Meskipun beberapa orang kadang-kadang mengambil barang dari luar, mereka yang memiliki gangguan penimbunan parah melakukan hal ini secara berlebihan, mengumpulkan barang-barang bersih dan kotor tanpa pandang bulu.
Dalam kasus ekstrim, individu mungkin mengembangkan keyakinan delusional tentang harta benda mereka, melihatnya sebagai harta berharga.
Penimbunan Makhluk Hidup
Baca Juga: Catat! Ini Dia 15 Ide Usaha dengan Persaingan Rendah dan Modal Kecil, Cuan Auto Deras!
Gangguan penimbunan tidak terbatas pada benda mati; itu juga dapat melibatkan akumulasi hewan hidup. Perilaku ini menjadi masalah jika hewan tidak dirawat dengan baik, sehingga menyebabkan kondisi kehidupan yang tidak sehat dan berbahaya.
Penyebab Gangguan Penimbunan
Penyebab pasti dari gangguan menimbun masih belum jelas, namun sering kali terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi berat, skizofrenia, OCD, dan trauma.
Peristiwa hidup yang traumatis, seperti kehilangan orang yang dicintai atau perubahan hidup yang signifikan, dapat memicu perilaku menimbun.
Selain itu, pola asuh yang buruk, seperti tidak diajari cara membuang barang atau terlalu menghargai harta benda, dapat berkontribusi pada berkembangnya gangguan penimbunan.
Perawatan dan Penatalaksanaan
Perawatan yang efektif untuk gangguan penimbunan biasanya melibatkan kolaborasi antara psikolog dan psikiater.
Pengobatan dapat membantu mengatasi kondisi mendasar seperti kecemasan, depresi, dan OCD.
Setelah gejala-gejala ini terkendali, terapi psikologis dapat mengatasi perilaku menimbun itu sendiri, mengajarkan strategi penanggulangan dan perilaku adaptif untuk mencegah kekambuhan.
Jika kamu mencurigai orang yang kamu sayangi menderita gangguan menimbun, dorong dia untuk mencari bantuan profesional. Meskipun pada awalnya mungkin sulit untuk meyakinkan mereka, ketekunan dan pemahaman dapat membuat perbedaan.
Ingat, perubahan tidak bisa dipaksakan, namun dengan dukungan yang tepat, individu dengan hoarding disorder dapat belajar mengelola kondisinya dan meningkatkan kualitas hidupnya.***
Baca Juga: 4 Tips Usaha Titip Jual di Warung Biar Diterima Pemilik dan Disukai Konsumen

Share this article
Berikut penjelasan mengenai pengertian Hoarding Disorder, gejala, penyebab, serta cara pengobatannya.