AYOJAKARTA.COM – Emotional Numbness atau mati rasa secara psikologi, merupakan kondisi yang sulit dikenali oleh kebanyakan individu.
Individu yang mengalami Emotional Numbness atau mati rasa, akan cenderung kesulitan untuk mengetahui dan mengenali isi perasaan.
Akibat Emotional Numbness atau mati rasa, seseorang akan sangat kesulitan untuk mampu mengekspresikan segala hal yang terjadi pada perasaannya.
Perasaan hampa, terlalu penuh, sangat lembab, atau sedemikian kering hingga bingung tanpa ujung merupakan suasana hati yang melukiskan kondisi mati rasa.
Mati rasa bsa disebabkan oleh beberapa hal seperti kehilangan orang yang tersayang, dikhianati, kegagalan, diselingkuhi pasangan, selalu disalahkan atau tidak dipedulikan.
Emotional Numbness atau mati rasa juga bisa terjadi akibat kuatnya dominasi pikiran, sehingga membuat seseorang cenderung mengabaikan peran penting perasaan.
Pikiran, perasaan serta hati merupakan elemen terpenting yang dibutuhkan oleh setiap manusia untuk menjalani peran sebagai individual maupun makhluk sosial.
Adanya ketidak seimbangan atau sinergi diantara ketiga elemen penting tersebut, dapat membuat kualitas hidup seseorang menjadi jauh dari kata optimal.
Guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran setiap individu akan arti penting kesehatan jiwa, berikut merupakan tanda-tanda individu dengan kondisi mati rasa.
Tanda pertama individu yang mengalami mati rasa adalah hilangnya harapan dalam hidup, sehingga merasa sangat putus asa.
Selain putus asa, individu yang mengalami mati rasa akan cenderung hidup dalam perasaan datar dan tidak memiliki gairah untuk berubah atau hanya bisa pasrah.
Tanda ketiga individu yang mengalami mati rasa adalah kebal terhadap rasa sakit, sehingga setiap perlakukan buruk orang lain diterima tanpa mampu mengekspresikan diri.
Ketidakmampuan dalam mengenali emosi dan mengekspresikan diri, membuat individu yang mengalami mati rasa sulit untuk merasa bahagia.
Meski dari permukaan luar seseorang yang mati rasa terlihat tertawa, menangis, atau marah, jauh di dalam diri perasaan tersebut tidak pernah ada atau hampa.
Tanda kelima individu yang mengalami mati rasa adalah hilangnya kepedulian, baik terhadap diri sendiri, orang terdekat atau bahkan lingkungan sekitar.
Individu yang mengalami mati rasa, cenderung terputus secara intelektual dan emosional dengan sekitar sehingga menjadi sulit dipahami.
Meski terkesan sangat memprihatinkan, individu yang mengalami mati rasa tetap memiliki harapan untuk bisa kembali terhubung dengan realitas sosial di sekelilingnya.
Selain berlatih sikap hidup mindfulness atau meditatif, mati rasa juga membutuhkan dukungan profesional serta dukungan sosial.

Share this article
Akibat Emotional Numbness atau mati rasa, seseorang akan sangat kesulitan untuk mampu mengekspresikan segala hal yang terjadi pada perasaan.