AYOJAKARTA.COM - Peluang terjadinya pandemi baru di dunia, diperkirakan akan tetap menjadi salah satu isu kesehatan global pada tahun 2025.
Keharusan negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk membuat International Health Regulation atau IHR, menjadi salah satu indikasi potensi munculnya pandemi baru.
Melalui penerapan definisi IHR yang berbeda di setiap negara, potensi akan adanya pandemi baru menjadi problem utama yang perlu ditangani di tahun-tahun mendatang.
Baca Juga: Penting! Fakta KIP Kuliah: Benarkah Tidak Mempengaruhi Peluang Diterima di SNBP dan SNBT?
Selain munculnya wabah virus baru, perlawanan dunia kesehatan dalam menghadapi pandemi juga diduga tidak bisa lepas dari segelintir kalangan.
Karena itu, Indonesia yang memiliki peran sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia harus lebih cermat dalam menyikapi Pandemic Agreement Treaty.
Sebab setiap jenis perjanjian di bidang kesehatan, khususnya virus yang berkaitan dengan masyarakat dunia bisa setiap saat berbalik menjadi ancaman serius bagi rakyat Indonesia.
Pandangan terkait masih akan adanya perubahan global d bidang kesehatan akibat persebaran virus tersebut, merupakan pandangan Siti Fadilah Supari.
Dalam YouTube Cerita Untungs, Mantan Menteri Kesehatan tersebut menilai Indonesia harus belajar dari pandemi Covid-19 yang mulai muncul perdana pada Maret 2019 di Wuhan, Cina.
Meski telah berlangsung dan melumpuhkan dunia pada lima tahun silam, penyebab utama virus hingga saat ini masih belum dapat dipastikan.
"Padahal untuk menyatakan pandemi, harus ada virus yang ditemukan pada binatang yang bermutasi menginfeksi manusia, tapi sampai sekarang tidak ditemukan," ungkap Siti.
Menyikapi kondisi yang terjadi saat pandemi Covid-19, Siti menganggap hal serupa akan terus menjadi permasalahan di hampir setiap negara.
Adanya kemungkinan dari segelintir orang yang secara sengaja melakukan pengkondisian, menurut hemat Siti perlu benar-benar diwaspadai.
Sikap tegas yang akan dilakukan Presiden Amerika Donald Trump pasca pelantikan, perlu juga menjadi pertimbangan bagi pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi.
Wacana Amerika Serikat yang ingin mengundurkan diri dari keanggotaan organisasi kesehatan dunia atau WHO, bisa jadi sebuah isyarat agar pemerintah Indonesia lebih berhati-hati.
Sempat melawan perwakilan Amerika seorang diri saat wabah Flu Burung akan dijadikan sebagai pandemi dunia, Siti mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih berfikir terbuka.
Penolakan Donald Trump terhadap Perjanjian Pandemi, Sit menambahkan merupakan bentuk kekhawatiran karena bisa menjadi salah satu potensi hilangnya kedaulatan suatu negara.
Baca Juga: Bocoran Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy S25, Ada Fitur AI Terbaru dan Dilengkapi RAM 12GB!
"Ini menarik sekali, karena peraturan-peraturan yang ada di IHR dan Pandemic Agreement dapat menggerus kedaulatan setiap bangsa, termasuk Indonesia," imbuhnya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, Siti mendesak agar pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bisa mengambil sikap tegas demi menjaga kedaulatan bangsa.
Memiliki peran penting sebagai Co-Sponsor dalam IHR dan Pandemic Agreement, Siti mengingatkan nasib rakyat Indonesia harus benar-benar diperhatikan.
Terkait dengan munculnya adagium Non State Actors sebagai pihak yang berperan dalam pandemi global, Siti mengingatkan agar pemerintah Indonesia lebih berhati-hati.
"Non State Actors itu nyata, orangnya juga dapat dilihat," pungkas Siti saat menjadi narasumber di Cerita Untungs. ****

Share this article
Siti mendesak agar pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan bisa mengambil sikap tegas demi menjaga kedaulatan bangsa.