AYOJAKARTA.COM - Awal mula muncul Virus Marburg di Afrika yakni terkonfirmasi di wilayah Guinea Khatulistiwa.
Untuk diketahui, kasus infeksi Virus Marburg yang terkonfirmasi saat itu mencapai 29 kasus dengan 27 di antaranya meninggal dunia.
Virus Marburg ini bermula dari biakan sel kera hijau Afrika yang kemudian menyerang dokter hewan dan teknisi laboratorium.
Virus dengan familia Filoviridae ini akhirnya menyebar dengan pasien terinfeksi menunjukkan gejala sakit demam berdarah hingga menyebabkan kematian.
Baca Juga: Heboh! Pandemi Virus Covid-19 Sudah Diprediksi Sejak Tahun 1956, Benarkah?
Dikutip ayojakarta.com dari laman resmi WHO pada Rabu (29/3/2023), Virus Marburg ini akan menular melalui kontak langsung (melalui kulit yang rusak atau selaput lendir) dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi.
Bahkan apabila Virus Marburg mengkontaminasi suatu permukaan dan bahan (misalnya selimut, pakaian) lalu terpapar oleh manusia maka akan berisiko tertular.
Sementara itu dikutip ayojakarta.com dari Instagram @faktanyagoogle pada Rabu (29/3/2023), kabarnya Virus Marburg telah merajalela hingga menginfeksi sejumlah warga di Tanzania, Afrika Timur.
Bahkan terhitung lima dari delapan orang yang terpapar Virus Marburg tidak bisa diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia.
Sementara tiga orang lain yang terinfeksi Virus Marburg tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Gejala yang mereka alami diketahui serupa satu sama lain yakni demam, muntah, perdarahan dan gagal ginjal.
Pihak otoritas setempat juga tengah melakukan pemantauan terhadap 161 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien terinfeksi Virus Marburg.
Baca Juga: Setelah Covid-19, Heboh Muncul Dugaan Virus Zombie Kembali Aktif, Begini Faktanya!
Organisasi kesehatan dunia atau WHO memperingatkan potensi penyebaran Virus Marburg ini sangat tinggi di Afrika.
Bahkan dilaporkan tingkat kematian kasus Virus Marburg di Afrika tersebut antara 25 hingga 90 persen.
Diketahui Virus Marburg ini berisiko menyebar ke Indonesia, maka masyarakat dihimbau untuk waspada.***

Share this article
Berisiko menyebar ke Indonesia, waspadai adanya Virus Marburg yang tingkat kematiannya hingga 90 persen.