AYOJAKARTA.COM -- Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana Anda mengatakan tidak dan tidak merasa sedih karenanya? Untuk menjawabnya, Anda harus terlebih dahulu memahami mengapa orang merasa tidak enak menolak seseorang dan cenderung menjadi people pleaser.
Mengatakan tidak mungkin terasa agresif, seperti Anda menolak orang tersebut. Kebanyakan orang tidak ingin ada konotasi negatif untuk itu. Pasalnya, itu mereka mungkin merasa seperti orang jahat sehingga mereka cenderung menjadi people pleaser.
Mereka mungkin merasa telah mengecewakan orang tersebut dan merasa bersalah dengan mengatakan tidak. Bahkan mungkin sebagian orang merasa tidak disukai atau akan dianggap tidak peduli dan tidak membantu.
Baca Juga: Mau Punya Plat Nomor Unik? Ini Jumlah Biaya yang Dibutuhkan
Akibatnya, orang biasanya menempuh jalan yang paling tidak berpotensi konflik dan menuruti orang lain. Jika orang mengatakan tidak, mereka biasanya melakukannya dengan cara yang tidak efektif yang disertai dengan alasan.
Misalnya, mereka mungkin berkata, "Saya ingin membantu tetapi saya sangat sibuk." Masalah dengan pendekatan ini adalah memberikan kesempatan kepada orang lain untuk terus bertanya. Dia merasa ada celah. ”Karena Anda sibuk minggu ini, bagaimana dengan minggu depan?”
Daripada diliputi rasa tidak nyaman, dikutip dari Make Me Better, inilah cara Anda dapat mengatakan tidak secara efektif:
1. Jangan bertele-tele
Jangan bertele-tele atau menawarkan alasan lemah. Kebiasaan ini hanya memberikan celah untuk orang lain.
Baca Juga: 6 Tanda Orang Sukses Dilihat dari Karakter Wajahnya, Punya Mata dan Bentuk Alis seperti Ini
Jangan tunda dan berikan penjelasan singkat jika Anda merasa perlu. Namun, jangan merasa terpaksa, karena semakin sedikit yang dikatakan semakin baik.
2. Bersikap tegas dan sopan
Anda dapat berkata, ”Maaf, saya tidak bisa sekarang, tetapi akan memberi tahu Anda kapan dan jika saya bisa.” Pendekatan ini sopan, dan menempatkan Anda pada posisi berkuasa dengan mengubah dinamika.
dengan sikap ini, Anda mengambil alih, memberi tahu orang-orang bahwa Anda akan memberi tahu mereka kapan dan jika Anda bisa.
3. Pahami taktik orang
Banyak orang dan organisasi menggunakan teknik manipulasi, baik disadari maupun tidak. Misalnya, pikirkan tentang ketika Anda mendapatkan permintaan sumbangan untuk amal dan ada opsi terpaksa: ”Apakah Anda ingin menyumbang x, atau jumlah X?”
Baca Juga: Jurusan Kuliah Ini Paling Menjanjikan untuk Masa Depan, Bisa Dapat Pekerjaan dengan Gaji Miliaran
Taktik lain: ”Kebanyakan orang menyumbang x, berapa banyak yang ingin Anda sumbangkan?” Hal ini bergantung pada tekanan sosial. Jadi pahami taktiknya agar tak terperdaya.
4. Tetapkan batasan
Orang terkadang kesulitan mengatakan tidak karena mereka tidak meluangkan waktu untuk mengevaluasi hubungan mereka dan memahami peran mereka dalam hubungan tersebut.
Ketika Anda benar-benar memahami dinamika dan peran Anda, Anda tidak akan merasa terlalu khawatir tentang konsekuensi dari mengatakan tidak. Anda akan menyadari bahwa hubungan Anda solid dan dapat menahan penolakan Anda.
5. Kembalikan pertanyaan pada orang yang bertanya
Ini sangat efektif dalam situasi kerja. Katakanlah seorang rekan kerja meminta Anda untuk melakukan beberapa tugas lebih dari yang dapat Anda tangani.
Baca Juga: Kepribadian Wanita Berkelas Terlihat dari 6 Tanda Ini, Cek Apakah Kamu Termasuk?
Anda mungkin berkata, “Saya senang melakukan X, Y, dan Z; namun, saya membutuhkan tiga minggu, bukan dua, untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Bagaimana Anda ingin saya memprioritaskan mereka?”
6. Tegas
Jika seseorang tidak dapat menerima penolakan Anda, Anda tahu bahwa orang tersebut mungkin bukan teman sejati atau tidak menghormati Anda. Berdiri teguh, dan jangan merasa terdorong untuk menyerah hanya karena orang itu merasa tidak nyaman.
7. Jadilah egois
Prioritaskan kebutuhan Anda. Bukan orang yang meminta sesuatu dari Anda. Jika Anda memprioritaskan kebutuhan orang itu daripada kebutuhan Anda, produktivitas Anda akan menurun dan kebencian akan meningkat.
Agar tak cenderung menjadi seorang people pleaser, ungkin kita bisa belajar dari Warren Buffett yang mengatakan, “Perbedaan antara orang sukses dan orang yang sangat sukses adalah orang yang sangat sukses mengatakan tidak pada hampir semua hal.”

Share this article
Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana Anda mengatakan tidak dan tidak merasa sedih karenanya? Begini tips efektifnya.