AYOJAKARTA.COM - Dalam hidup ini setiap orang tentunya memiliki masalah yang berbeda-beda dalam perjalanannya. Untuk setiap permasalahan yang dihadapi, setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikannya.
Ada yang menyelesaikannya atau mengatasi masalah tersebut dengan melakukan kegiatan dan hal-hal positif. Namun, ada pula yang melampiaskan masalahnya tersebut dengan menyakiti diri sendiri atau yang biasa disebut dengan istilah self harm.
Self Harm merupakan suatu perilaku yang menyakiti atau melukai diri sendiri. Hal ini sering kali dilakukan dengan sengaja untuk mendapatkan perasaan atau kepuasan tersendiri. Dalam hal ini seseorang bisa saja melakukan berbagai cara atau keinginan untuk mati.
Sebenarnya, perbuatan self harm sendiri merupakan suatu perbuatan yang bukan dengan sengaja bertujuan untuk bunuh diri. Namun, perbuatan atau tindakan selfharm tentunya dapat menyebabkan risiko, seperti luka atau cedera serius, bahkan kematian yang tak disengaja.
Baca Juga: 3 Weton Sangat Istimewa dan Hidup Sejahtera Sepanjang Masa Menurut Primbon Jawa, Kamu Salah Satunya?
Kata selfharm ini merupakan salah satu bentuk dari gangguan perilaku yang berkaitan dengan penyakit kejiwaan. Disini ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya seseorang melakukan self harm.
Self Harm atau self-injury ( melukai diri sendiri) bisa dilakukan dengan cara melukai tubuh menggunakan benda tajam, benda tumpul, atau benda-benda yang ada di sekitar.
Pelaku self harm juga bisa menyakiti diri sendiri dengan cara menyayat kulit, memukul bagian tubuh, membenturkan kepala ke tembok, atau mencabuti rambut. Hal-hal tidak terduga lainnya juga sering dilakukan untuk menyakiti diri.
Self harm sebagai salah satu bentuk dari pengalihan seseorang untuk meluapkan perasaan yang dihadapi, seperti perasaan marah, kesal, stres hingga depresi dan emosi lainnya.
Baca Juga: SentraVaksinasi Booster Covid-19 di Jakarta International Stadium, 16 Juli 2022
Mungkin kita bertanya mengapa demikian? Hal ini bertujuan agar dirinya dapat merasa puas, lega, dan tenang karena telah meluapkan rasa emosinya terhadap diri sendiri.
Namun, perasaan puas, lega, dan tenang itu hanyalah sementara karena setelah ia melakukan self harm, akan timbul perasaan bersalah pada dirinya sendiri.
Salah satu tindakan yang dilakukan untuk self harm atau dengan sengaja menyakiti dirinya sendiri, yakni cutting.
Cutting merupakan tindakan memotong, membuat goresan, menyakiti atau melukai salah satu bagian tubuhnya dengan benda tajam, seperti pisau, silet, atau potongan kaca. Adapun cara lainnya, seperti memukul-mukul dirinya sendiri, menghantam tangannya ke tembok, dan sebagainya.
Bagi penderita self harm ini merupakan suatu cara untuk menghukum diri sendiri dalam mengekspresikan perasaan yang tidak sanggup diungkapkan.
Salah satu penyebab self harm adalah hal-hal yang terkadang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, penting untuk mengenali faktor risiko dalam diri sendiri atau orang sekitar, sehingga penyebab gangguan kejiwaan ini bisa dihindari.

Share this article
Dalam hidup ini setiap orang tentunya memiliki masalah yang berbeda-beda dalam perjalanannya. Untuk setiap permasalahan yang dihadapi