AYOJAKARTA.COM - Skandal pajak yang menimpa agensi hiburan besar Korea Selatan, HYBE Labels, kembali memanas. 'Saja Boys' yang merupakan tokoh dalam serial KPop Demon Hunters ikut menyentil kasus tersebut.
Setelah penggerebekan polisi pertama pada 24 Juli 2025, kini giliran Layanan Pajak Nasional (NTS) Korea yang turun tangan.
NTS resmi mengonfirmasi investigasi khusus terhadap 27 perusahaan, termasuk HYBE. Investigasi dilakukan pada 29 Juli 2025 lalu.
HYBE diduga terlibat manipulasi pasar saham dan penggelapan pajak lintas negara. Biro Investigasi ke-4 Kantor Pajak Seoul telah menggeledah kantor pusat HYBE di Yongsan dan menyita dokumen penting.
Menariknya, Channel A News melaporkan kasus ini dengan pendekatan tak biasa yang mengundang tawa netizen.
Mereka menjuluki penyelidik pajak sebagai "Saja Boys", terinspirasi dari film animasi populer KPop Demon Hunters.
Istilah "Saja" dalam bahasa Korea merujuk pada malaikat maut, cocok menggambarkan ketegasan tim investigasi.
Baca Juga: Jadwal Tayang 'Confidence Queen', Park Min Young Membongkar Kejahatan Koruptor Kelas Kakap
Netizen langsung membanjiri media sosial dengan komentar lucu dan pedas soal laporan tersebut. Namun di balik semua humor itu, publik tetap menuntut transparansi dan pertanggungjawaban serius dari HYBE.
“Saja Boys” dan Kreativitas Media dalam Menyentil HYBE
Channel A menggunakan tren budaya pop untuk menarik perhatian masyarakat pada kasus pajak ini. Menggambarkan penyelidik sebagai "Saja Boys" dinilai netizen sebagai langkah kreatif dan segar dalam jurnalisme investigatif.
Komentar seperti “Ayo serbu HYBE!” hingga “Bang Si Hyuk, pantas untukmu!” menunjukkan kemarahan publik bercampur hiburan.
Respons netizen membuktikan bahwa skandal ini tidak hanya menarik secara hukum, tetapi juga menjadi bahan perbincangan budaya pop.
Fakta-Fakta Kejanggalan dalam Laporan Keuangan HYBE
Skandal ini diduga melibatkan kerugian pajak hingga Rp11,78 triliun. Beberapa kejanggalan utama termasuk rumah mewah Bang Si Hyuk di AS senilai Rp430 miliar yang tak tercatat di aset perusahaan.
Ada pula transaksi misterius antara ADOR dan Krafton senilai Rp48,3 miliar yang tidak dilaporkan resmi. Laporan keuangan HYBE juga mencurigakan, hanya mencatat Rp24,7 miliar dari total pendapatan Rp25,6 triliun.
Baca Juga: Fakta Baru Terungkap! DJ Koo Tinggal Dekat Makam Barbie Hsu, Tanda Cinta yang Tak Pernah Padam
Selain itu, ada afiliasi rahasia bernama Ocean Drive Investment dan pembayaran biaya pendidikan yang tidak masuk akal.
Publik menuntut jaksa khusus turun tangan, sementara kasus ini tampaknya baru memasuki awal dari penyelidikan besar-besaran.***

Share this article
HYBE diselidiki atas dugaan penggelapan pajak Rp11,78 T. Media sebut penyelidik “Saja Boys”, warganet heboh dengan julukan itu.