TULA, AYOJAKARTA.COM - Seorang perawat yang menangani kasus pasien corona bernama Nadezhda Zhukova ingin menunjukkan kepada publik betapa susahnya mengenakan alat pelindung diri (APD) hazmat saat bekerja. Ia hanya mengenakan bikini dan hazmat saat merawat pasien corona, dan menjadi viral.
Gambar Nadezhda pun sempat menjadi viral lantaran tidak lazim seorang tenaga medis menggunakan hazmat di rumah sakit, namun hanya berbikini di dalamnya dan transparan. Ia bahkan menjadi korban perundungan para pengguna media sosial di Rusia hingga menutup akun pribadinya.
Perundungan itu kini justru mendapatkan dukungan sejak beberapa pengguna instagram dari negara lainnya mendukung aksinya. Para tenaga medis pun membeberkan betapa panasnya hazmat yang digunakan, membuat gerah sepanjang tugas. Kini, publik diingatkan bahwa yang terpenting bukan penampilan dari tenaga medis yang diutamakan, melainkan kinerjanya yang sudah merawat pasien terkait corona.
Menyadur RBTH, perawat berusia 23 tahun asal Tula itu juga sempat akan dikenakan sanksi karena dianggap melanggar standar pakaian medis. namun hal itu urung dilakukan pihak otoritas setempat.
AYO BACA : Dokter Ini Modifikasi Hazmat Bertema Superhero, Alasannya Mengharukan
Demi mendukung Zhukova serta jasa para perawat lainnya, orang-orang Rusia membuat tantangan di mana para pengguna media sosial di minta untuk membagikan foto mereka yang tengah menggunakan bikini dan APD.
“Ini (APD) sangat panas, kacamata bahkan menjadi buram karena hawa panas," kata Lenid Koshman, seorang jurnalis Rusia dikutip RBTH, Rabu (27/5/2020).
"Apresiasi sebesar-besarnya kepada para dokter. Tak perlu malu memakai pakaian renang, itu bukan pakaian yang aneh."
Perempuan lain di kawasan Yaroslavl juga membagikan foto dirinya tengah mengenakan bikini dan APD transparan. Dia menyebut seorang dokter harus diapresiasi perihal kerjanya, bukan penampilannya.
“Tak peduli apa yang dikenakan seorang dokter, yang terpenting adalah tugas mereka," kata Eseniya Kuzminskaya.
AYO BACA : 15 Tenaga Medis Terjangkit COVID-19, RSUD Depok Tutup Poliklinik

Share this article
Perundungan itu kini justru mendapatkan dukungan