AYOJAKARTA.COM - Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah tujuh negara yakni Amerika Serikat, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan rudal dan drone Iran.
Mereka menyebut aksi tersebut sebagai serangan “serampangan dan ceroboh” yang membahayakan stabilitas kawasan.
Dilansir dari Aljazeera, ketujuh negara menilai serangan Iran sebagai tindakan tidak dapat dibenarkan karena telah menargetkan wilayah kedaulatan negara lain, membahayakan warga sipil, serta merusak infrastruktur sipil.
Mereka juga menegaskan bahwa tindakan Teheran merupakan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan regional.
Negara-negara tersebut menyatakan tetap bersatu dalam membela warga negaranya dan menegaskan kembali hak untuk melakukan pembelaan diri.
Konflik ini dipicu oleh serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran di Teheran dan menewaskan Ali Khamenei.
Puluhan bom disebut dijatuhkan di area tersebut, memicu respons balasan dari Teheran.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan yang berdampak luas ke sejumlah negara Timur Tengah, terutama yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Di Bahrain, pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS dilaporkan menjadi sasaran rudal.
Kedutaan Besar AS di Manama bahkan menutup operasional dan membatalkan seluruh agenda pada 1 Maret.
Di Qatar, serangan terjadi di Doha pada Sabtu malam. Rudal Iran dilaporkan merusak sistem radar di pangkalan militer Al Udeid.
Seorang diplomat menyebut Qatar menjadi sasaran 44 rudal dan delapan drone, dengan delapan korban luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Kuwait juga dilaporkan mengalami rentetan ledakan. Negara ini diketahui menampung sekitar 13.500 personel militer AS di sejumlah pangkalan strategis.
Sementara di Irak, ledakan terdengar di dekat bandara Erbil, lokasi markas pasukan koalisi pimpinan AS di wilayah Kurdistan. Asap hitam terlihat mengepul dari area tersebut.
Yordania turut terdampak ketika rudal Iran memasuki wilayah udaranya. Sistem pertahanan udara Yordania berhasil mencegat sejumlah rudal di ibu kota Amman serta wilayah utara negara itu.
Eskalasi konflik ini meningkatkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas.
Komunitas internasional kini memantau situasi dengan cermat di tengah ancaman ketidakstabilan yang semakin nyata di kawasan Timur Tengah.***

Share this article
Tujuh negara, termasuk AS dan Arab, mengutuk serangan balasan Iran yang menargetkan pangkalan militer di kawasan. Eskalasi dipicu tewasnya Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel di Teheran.