DURI KOSAMBI, AYOJAKARTA.COM - Kesaksian warga yang melihat nyawa Yustus Corwing Kei habis di tangan kawanan John Kei di Jalan Kresek Raya, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat membuat publik tercengang. Tak ada satu pun warga yang berani melerai pengeroyokan sadis yang dialami Yustus saat itu, Minggu (21/6/2020) pukul 12.30 WIB.
Kobar (41) salah satunya. Ia bahkan tak berani mendekat saat peristiwa mencekam terpaksa harus disaksikan warga. Penyerangan secara brutal seperti teror yang datang menakuti warga di sekitar saat itu.
"Karena kami melihat pelaku pegang senjata tajam, pedang. Jadi warga takut," kata Kobar saat ditemui di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (22/6/2020).
AYO BACA : Dijerat Pasal Berlapis, John Kei Terancam Hukuman Mati
Menurut Kobar, hingga Yustus Corwing Kei terkapar dengan penuh luka bacok, warga tetap tak ada yang berani mendekat. Warga merasa khawatir terjadi serangan susulan.
"Enggak lama, sekitar 15 menit, teman-teman korban datang, tiga atau empat orang ya. Teriak 'mana orangnya, mana orangnya?'. Di situ warga mulai sadar bukan korban begal dan baru berani mendekat," ungkapnya.
Ketua RT setempat, Damawi, mengaku ia tak melihat secara langsung terkait peristiwa sadis tersebut.
AYO BACA : Cerita Tetangga John Kei di Bekasi, Dikira Penangkapan Teroris
Ia mengatakan, hanya menerima laporan kejadian tersebut dari pesan singkat.
"Saya sendiri saat kejadian kebetulan lagi gak di rumah saya hanya dapat laporan dari WA," kata Damawi.
Kini John Kei bersama 29 komplotannya mendekam di jeruji besi dan dikenakan pasal berlapis atas pembunuhan berencana yang dilakukan mereka. Masalah tersebut terjadi setelah dua kelompok antara John Kei dan Nus Kei saling melakukan psy war.
Masalah utamanya adalah ketidakpuasan antardua kelompok soal pembagian hasil penjualan tanah yang berujung memakan nyawa dan menebar teror di jalanan. John Kei, Nus Kei, dan korban meninggal Yustus Kei terbilang, masih satu kerabat.
AYO BACA : Begini Kronologi Penembakan dan Penangkapan John Kei

Share this article
"Enggak lama, sekitar 15 menit, teman-teman korban datang, tiga atau empat orang ya. Teriak 'mana orangnya, mana orangnya?'. Di situ warga mulai sadar bukan korban begal dan baru berani mendekat," ungkapnya.