JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Pernah dengar istilah dagusibu? Dagasibu merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang yang hingga kini masih terus disosialisasikan tenaga-tenaga farmasi kepada masyarakat awam.
Seperti dilakukan Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Jakarta Barat bersama tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Barat di halaman Museum Fatahillah Kota Tua, Taman Sari, Jakbar, Minggu (1/12/2019) pagi.
Sosialisasi ini dianggap perlu karena faktanya masih banyak orang yang belum memahami betul tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.
Ketua Pengurus Cabang IAI Jakbar, Dra. Etty Soehartini Mkes.Apt mengatakan, dagasibu merupakan salah satu program IAI Pusat yang pernah mendapatkan rekor MURI, bahkan program ini telah diakui dalam kegiatan World Pharmacist Day yang jatuh setiap tanggal 25 September setiap tahunnya.
Untuk lebih menggalakkan sosialisasi program dagasibu, IAI Jakbar menggaet Tim Penggerak PKK yang tersebar di seluruh kelurahan Jakarta Barat. Mereka ini akan menjadi kader dagusibu khusus di wilayah Jakbar.
"Akhirnya kami mendatangkan pokoknya komponennya adalah seluruh kader dagusibu di wilayah Jakarta Barat masing-masing diwakili setiap kelurahan satu kelurahan 10 orang, sehingga total 640 orang, itu berarti 64 kelurahan dari delapan kecamatan itu wilayah Jakarta Barat," paparnya kepada Ayojakarta di lokasi.
"Nah gayung bersambut itu kemudian ya sudah berkolaborasi dalam waktu yang sesingkat-sesingkatnya dan ini hanyalah komitmen untuk program selanjutnya," sambung dia.
Etty menjelaskan, kader-kader PKK se-Jakbar akan diberi pelatihan mengenai dagasibu.
"Jadi setelah ini akan dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) kepada kader-kader itu kemudian pendampingan untuk terjun ke lapangan," tuturnya lebih lanjut.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengurus PKK Jakarta Barat Inad Luciawaty menilai program dagusibu sangat menarik untuk diketahui masyarakat.
"Karena masyarakat pada umumnya tidak paham bagaimana cara mendapatkan obat, menyimpan obat dan membuang obat," ujarnya.
"Selama ini kan kita membuang obat ya sudah kita buang dengan dibungkus saja langsung kita buang, tapi dengan adanya sosialisasi ini kader-kader PKK khususnya akan meneruskan kepada masyarakat," lanjutnya.
Acara ini dibuka oleh Wakil Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat, Muhammad Zen.
Hadir pula di antaranya Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat drg. Kristy Wathiny, puluhan apoteker cilik dari SD mangga Besar 11 pagi, dan SD Jelambar 03, serta ratusan anggota baik dari Kader PKK maupun apoteker se-Jakarta Barat.

Share this article
Sosialisasi dagusibu dianggap perlu karena faktanya masih banyak orang yang belum memahami betul tentng cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar.