GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Lonjakan kasus di DKI Jakarta yang sempat pecah rekor pada Rabu sebanyak 2.402 kasus dalam sehari, membuat DKI Jakarta kian membatasi mobilitas warga demi memutus rantai corona. Pada hari yang sama, angka penambahan tersebut juga terjadi secara nasional, dengan tambahan hampir 10 ribu kasus.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat untuk membatasi interaksi fisik bersama orang lain dan mengerjakan segala sesuatu dari rumah. Warga disarankan jangan ke luar rumah jika tak ada urusan yang sangat mendesak.
AYO BACA : PSBB Jawa-Bali, Anies Keluarkan Pergub Baru! Jakarta Siap-siap Tarik Rem Darurat?
"Ini memang sesuatu yang berat. Kita memahami warga Jakarta jenuh, capek ketika PSBB. Sekarang segera kembali ke rumah dan batasi interaksi fisik," ujarnya dalam diskusi implementasi PPKM Jawa-Bali yang disiarkan live di Youtube BNPB, Kamis (7/1/2021).
"Jadi sekali lagi, bersabar sedikit lagi. Sebentar lagi sudah ada vaksin yang disuntikkan," Wagub DKI menambahkan.
AYO BACA : Jika Tak Dikendalikan, ICU di Jakarta Penuh Februari Mendatang
Riza menuturkan, dengan kehadiran vaksin, ia optimis hal itu bisa mengurangi kasus Covid-19 di Jakarta.
"Dengan vaksin kita secara bertahap dapat mengurangi dan memutus mata rantai Covid-19," tuturnya.
Riza menyebutkan, selama PSBB ketat, berdasarkan data, lebih dari 60 persen warga DKI Jakarta patuh dan taat berada di rumah.
"Namun ketika ada transisi pelonggaran mulai banyak keluar rumah. Karena itu saya minta untuk segera kembali ke rumah. Gunakan banyak waktu di rumah bersama keluarga," ungkapnya.
"Kemudian kami juga sudah mengambil kebijakan untuk work from home (WFH). Ini untuk membatasi interaksi fisik, kita gunakan teknologi digital IT dan lain-lain," sambungnya.

Share this article
"Jadi sekali lagi, bersabar sedikit lagi. Sebentar lagi sudah ada vaksin yang disuntikkan," Wagub DKI menambahkan.