GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta terus bertambah. Bahkan kemarin, Minggu 31 Agustus, Pemprov DKI Jakarta mencatatkan kenaikan kasus tertinggi yakni sebanyak 1.114 kasus, sehingga totalnya menjadi 39.280 kasus.
Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim bahwa penanganan pandemi Covid-19 di Jakarta terkendali. Menurut Anies, jumlah kasus aktif dan angka kematian di Jakarta relatif menurun.
"Meskipun angka kasus baru itu naik, tapi bila jumlah kasus aktif itu turun, dan bila angka kematian kita rendah, artinya penanganan itu relatif terkendali," jelas Anies dalam dialog virtual di akun Youtube SDGs Jakarta, Senin (31/8/2020).
AYO BACA : Kartu Prakerja Gelombang 6 Ditutup Siang Ini, Ini Tips Supaya Lolos!
Lebih lanjut dia menjelaskan, pengendalian wabah Covid-19 di Jakarta menerapkan 2T+IT yang diartikan sebagai tracing (menelusuri), testing (memeriksa), serta isolation (isolasi) dan treatment (perawatan).
"Satu meningkatkan kemampuan testing. Kedua adalah tracing, berhubung ini adalah penyakit menular, kita harus terus menerus melakukan tracing. Ketiga, menemukan mereka yang positif untuk dilakukan isolasi dan mereka yang butuh perawatan maka dirawat. Kami sering mengistilahkan 2T+IT," jelasnya.
Gubernur Anies juga mengatakan, jumlah kematian akibat Covid-19 di Jakarta lebih rendah jika dibandingkan dengan angka global dam nasional. Persentase kematian di Jakarta sepekan terakhir sebesar 3 persen atau sebanyak 1.186 orang, sedangkan global 3,4 persen dan nasional 4,3 persen.
AYO BACA : Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Selama Agustus: Awal Agustus 300-an, Akhir Agustus 1.000-an Kasus
Sementara itu, dari total kasus positif Covid-19 di Jakarta, sebanyak 76,7 persen atau 30.134 orang telah dinyatakan sembuh. Kemudian data terkini Pemprov DKI menyebutkan bahwa 7.960 orang masih dirawat atau isolasi.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.
Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Kabupaten Bogor Catat 19 Kasus Baru dan 2 Pasien Meninggal Covid-19

Share this article
Gubernur Anies juga mengatakan, jumlah kematian akibat Covid-19 di Jakarta lebih rendah jika dibandingkan dengan angka global dam nasional. Persentase kematian di Jakarta sepekan terakhir sebesar 3 persen atau sebanyak 1.186 orang, sedangkan global 3,4 persen dan nasional 4,3 persen.