MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Ada banyak jalan untuk tetap beribadah meski di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta.
Tengoklah inovasi pengurus masjid legendaris di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yaitu Masjid Agung Sunda Kelapa.
Masjid bersejarah ini mendukung PSBB dengan menerapkan pembatasan kegiatan ibadah di masjid selama pandemi COVID-19. Lalu, apa inovasinya? Masjid Sunda Kelapa memberi alternatif bagi para jemaah untuk memanfaatkan kanal radio milik Masjid Sunda Kelapa, Radio MSK di saluran 1530 AM.
“Tahun ini kami mengambil tema ibadah dari rumah bersama Masjid Sunda Kelapa, artinya aktivitas kami selama di Masjid Agung Sunda Kelapa kami siarkan melalui radio dan disiarkan di media sosial untuk diikuti jemaah di manapun berada,” ungkap Kepala Bagian Umum dan Operasional Masjid Sunda Kelapa, Laode Basir, dikutip dari portal berita resmi Pemkot Jakarta Pusat.
Menurut Laode, masjid harus menjadi referensi umat dalam beribadah di bulan Ramadan. Tapi, masjid juga harus mematuhi aturan dan imbauan pemerintah di tengah pandemi demi kebaikan bersama.
“Kita sekarang menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi, dan ada aturan mengenai ibadah di dalamnya yaitu tidak melakukan kegiatan ibadah berjamaah di dalam masjid. Kami mengikuti aturan tersebut,” ungkapnya.
Penyiar dan Produser Radio MSK, Fitri, mengungkapkan, siaran radio berslogan "Dengar dan Amalkan" ini juga mengangkat tema-tema terkait imbauan selama pandemi selain berisi kajian, tadarus, dan konsultasi.
Fitri berharap, siaran radio MSK bisa memenuhi kebutuhan jemaah akan informasi seputar ibadah Ramadan dan pandemi COVID-19.
Radio Masjid Agung Sunda Kelapa 1530 AM mengudara dari Gedung Rumah Sehat Baznas Jakarta, Menteng. Siaran mereka dimulai pada Ramadan 1433 H (Juli 2012) dan diresmikan oleh Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, H.M Aksa Mahmud.

Share this article
"Tahun ini kami mengambil tema ibadah dari rumah bersama Masjid Sunda Kelapa, artinya aktivitas kami selama di Masjid Agung Sunda Kelapa kami siarkan melalui radio dan disiarkan di media sosial untuk diikuti jemaah"