JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- DPRD DKI Jakarta menyepakati pengalihan sejumlah anggaran kegiatan sebesar Rp 256,5 miliar untuk membantu penanganan COVID-19.
Hal ini diputuskan dalam rapat pimpinan gabungan (Rapimgab), Senin (27/4) kemarin. Realokasi anggran sebesar Rp256,5 miliar tersebut diambil dari kegiatan kunjungan kerja alat kelengkapan dewan (AKD), sosialisasi perda, dan reses.
“Ini bentuk support kita dalam penanganan wabah COVID-19. Karena itu semua kegiatan AKD kita nol-kan,” ujar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.
Keputusan serupa juga diikuti pimpinan fraksi dan komisi yang telah menyepakati efisiensi untuk realokasi anggaran pada kegiatan reses, pembahasan Bapemperda, pembahasan Banggar, pembahasan Pansus, pembahasan Bamus, pembahasan Badan Kehormatan, kunjungan kerja Komisi, kunjungan kerja sister city dan penyelenggaraan kegiatan pimpinan.
Di saat yang sama DPRD DKI Jakarta juga memutuskan untuk menghentikan sejumlah kegiatan, sehingga pengalihan anggaran diharapkan lebih produktif dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.
“Kita sebagai wakil rakyat sudah harus berperan. Karena itu saya meminta pengalihan alokasi anggaran yang ada di Komisi A, B, C, D, E itu dialihkan buat penanganan COVID-19,” tuturnya,
Ia berharap, jajaran eksekutif sebagai eksekutor dari realokasi anggaran kegiatan DPRD DKI dapat memastikan bahwa distribusi bantuan sosial dilakukan tepat sasaran.
“Data warga penerima bantuan harus disisir lagi,” tandasnya.

Share this article
DPRD DKI Jakarta juga memutuskan untuk menghentikan sejumlah kegiatan, sehingga pengalihan anggaran diharapkan lebih produktif dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.