JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Niatan pembagian nasi bungkus dari Komunitas ARK Qahal kepada warga adalah hal yang baik. Namun, diksi pemberian label 'nasi anjing' pada makanan adalah hal yang tidka lazim sehingga menimbulkan permaslaahan. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan.
Artaria mengatakan, diksi yang dipilih oleh pemberi bantuan semeskinya peka dengan kondisi masyarakat yang sangat menjaga makanannya. Anjing haram dikonsumsi, terlebih memang binatang tersebut bukan untuk dikonsumsi dengan alasan apa pun.
Jangan karena porsinya lebih banyak dari nasi kucing, kemudian makanan tersebut diberi label nasi anjing. Selain itu alasan penamaan nasi anjing karena anjingnya dianggap sebagai hewan setia serta tahan banting.
AYO BACA : Polemik 'Nasi Anjing', ARK Qahal Klaim Masalah Sudah Clear
"Sangat tidak sensitif. Apalagi dalam konteks pemberian bantuan, apalagi bantuannya dalam bentuk makanan yang untuk dikonsumsi masyarakat," kata Arteria kepada wartawan, Senin (27/4/2020).
Ia mengatakan, penggunaan diksi anjing yang tertera pada bungkus nasi tersebut menjadi permasalahan. Sebab, sebagian besar masyarakat mengasosiasikan diksi anjing pada bantuan nasi bungkus tersebut sebagai sesuatu yang tidak lazim, bahkan diharamkan untuk dimakan.
"Pelabelan nasi anjing secara sederhana oleh sebagian besar masyarakat diartikan sebagai makanan yang tidak patut atau haram untuk dikonsumsi. Sehingga konteksnya tidak lagi pada konten apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal apa tidak. Tapi lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat," kata Arteria.
AYO BACA : Warga Geger Ada Bantuan ‘Nasi Anjing’, Begini Penjelasannya
Kendati aksi pembagian nasi anjing terlanjur viral, tetapi Arteria berharap kejadian tersebut tidak perlu diperbesar dan dijadikan polemik.
"Namun hal ini harus menjadi pembelajaran bagi para donatur yang hendak memberikan bantuan. Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi," katanya.
Sebelumnya, Koordinator Komunitas ARK Qahal, Andi mengatakan, bantuan nasi tersebut dibagikan atas dasar untuk membantu masyarakat yang kesusahan dalam situasi pandemi virus Corona Covid-19.
"Tujuannya sudah jelas untuk membantu masyarakat yang butuh makan sehari-sehari dengan situasi bangsa kita yang lagi mengalami situasi yang sama-sama mengalami kesusahan masa kami berdiam diri aja ga melakukan apa-apa," kata Andi kepada Suara.com - jaringan Ayojakarta.com , Senin (27/4/2020).
AYO BACA : Polisi Jamin 'Nasi Anjing' Halal

Share this article
"Sangat tidak sensitif. Apalagi dalam konteks pemberian bantuan, apalagi bantuannya dalam bentuk makanan yang untuk dikonsumsi masyarakat," kata Arteria kepada wartawan, Senin (27/4/2020).