JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia terkesan sangat tertutup. Wabah virus corona yang sangat berbahaya ini disebutkan sudah mengepung 104 negara di dunia, termasuk Indonesia.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi DKI Jakarta Jhon Roy P Siregar mengingatkan, pemerintah pusat harus mengumumkan secara serius bahwa serangan wabah virus corona itu sangat berbahaya.
“Termasuk keseriusan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto agar terjun langsung ke masyarakat untuk memimpin pencegahan penyebaran virus corona. Di saat-saat seperti inilah rakyat sangat membutuhkan perhatian nyata dari pemerintahnya untuk bersama-sama kuat menghadapi serangan virus berbahaya ini," tuturnya di Jakarta.
Menurut Jhon, jika pada sejumlah momentum, seperti Pemilu dan Pilpres, Joko Widodo dan para petinggi negara Indonesia dikenal rajin turun ke bawah, melakukan blusukan dan bertemu langsung dengan rakyat, maka kini hal yang sama harus dilakukan.
“Presiden Jokowi harus blusukan ke rakyat bawah agar bisa merasakan langsung kecemasan dan kekhawatiran rakyatnya,” terang Jhon yang juga ketua Bidang Advokasi dan Politik Dewan Pimpinan Pusat Serikat Rakyat Indonesia (DPP Serindo).
Ia menegaskan, di seluruh dunia, saat ini ancaman virus corona sudah sangat mengkhawatirkan.
"Namun kok di Indonesia, seperti ada kesan disengaja menutup-nutupi kondisi sebenarnya. Bahkan, tersebar ancaman-ancaman di media-media sosial yang menyatakan bahwa apabila ada yang mempublikasi persoalan dan kondisi sebenarnya akan dipidanakan," tuturnya.
Jhon mengaku jengkel dan geram dengan ulah pejabat elit di Indonesia yang terkesan sibuk dengan publikasi dan pencitraan dirinya, melalui media-media massa dan media-media sosial tanpa merasakan dan melihat langsung kondisi sebenarnya di masyarakat bawah.
Karena itu, dia berharap Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Maaruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Kapolri, Panglima TNI, para gubernur, para bupati hingga camat dan kepala-Kepala desa harus turun langsung dan berupaya sangat serius melindungi warga negara Indonesia dari serangan virus corona.
“Termasuk para tokoh-tokoh agama, seperti ephorus, paus, pendeta, pastor, ustad, kyai, bikshu harus turun ke masyarakat bawah, merasakan langsung keringat dan nyawa rakyat yang menderita. Demikian juga para ketua umum partai politik, elit-elit politik, pejabat teras harus bergerak turun ke bawah. Jangan kalau di momentum kepentingannya saja mau blusukan," tandas Jhon.

Share this article
Perkembangan virus corona yang semakin luas membuat PSSI mengambil sikap menghentikan sementara kompetisi.