JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 35 RW di wilayah Jakarta masih terendam banjir usai diguyur hujan semalaman.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo merinci sebaran wilayah tergenang banjir itu 26 RW di Jakarta Utara dan sembilan RW di Jakarta Timur.
"Ketinggian air sekitar 10-30 cm hingga 70-100 cm. Untuk penyebabnya, di wilayah Jakarta Utara karena curah hujan yang tinggi. Sedangkan, di wilayah Jakarta Timur tidak hanya karena curah hujan tinggi, tetapi juga karena luapan Kali Ciliwung, Kali Sunter, dan Kali Mati,” papar Subejo, Senin (24/2/2020).
Subejo mengatakan, meski genangan di sebagian besar wilayah permukiman itu telah surut, masih ada warga yang memilih mengungsi.
"Hingga kini, warga yang masih mengungsi sebanyak 682 KK dan 2.393 jiwa. Untuk lokasi pengungsian, di Jakarta Pusat masih tersedia satu lokasi pengungsian, Jakarta Utara masih tersedia 20 lokasi pengungsian, Jakarta Barat masih tersedia satu lokasi pengungsian, dan Jakarta Timur masih tersedia tiga lokasi pengungsian. Sedangkan, di Jakarta Selatan, sudah tidak ada warga yang mengungsi," sebutnya.
Tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) Provinsi DKI Jakarta hingga PPSU Kelurahan telah dikerahkan ke lokasi musibah.
Subejo menambahkan, antisipasi genangan dan banjir juga terus dilakukan melalui Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta mulai memonitor dan membersihkan tali-tali air, menguras saluran air, mengecek fungsi pompa, hingga membuat sumur resapan (drainase vertikal) di sejumlah titik.

Share this article
Warga yang masih mengungsi sebanyak 682 KK dan 2.393 jiwa. Untuk lokasi pengungsian, di Jakarta Pusat masih tersedia satu lokasi pengungsian, Jakarta Utara masih tersedia 20 lokasi pengungsian, Jakarta Barat masih tersedia satu lokasi pengungsian, dan Jakarta Timur masih tersedia tiga lokasi pengungsian.