JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Rangkaian Perayaan 25 Tahun Sister City Jakarta-Berlin sudah diakhiri kemarin malam di Balaikota DKI.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Kedutaan Besar Jerman menggelar Konser Mini Orkestra oleh Max & Phillip dan Canisius Wind Ensemble di Balaikota untuk mengakhiri perayaan tersebut.
Menurut Gubernur Anies, Jakarta dan Berlin adalah contoh sister cities dengan active cooperation, bukan sleeping atau dormant cooperation, karena begitu banyak program dan kegiatan bersama, termasuk konser mini kemarin malam.
"Aspek kerjasama kedua kota begitu banyak, bukan hanya seni budaya melainkan juga pembangunan kota, bahkan pertukaran pakar," tegas Anies lewat pernyataan di halaman media sosialnya.
Kemarin, lewat konser mini yang juga menghadirkan penampilan anak didik dari Kolese Kanisius, Anies katakan bahwa Pemprov DKI ingin mengirimkan pesan bahwa Jakarta adalah rumah berekspresi bagi semua orang.
"Dan itu semua kita fasilitasi," sambungnya.
Banyak hal yang didorong untuk membangun kebersamaan di Jakarta, dan untuk mewujudkan kebersamaan itu membutuhkan interaksi.
"Hari ini persepsi kita kebanyakan dibentuk dari kata orang di sosial media bukan dari pengalaman interaksi kita sendiri. Karena itu kami berharap melalui kegiatan ekspresi seperti ini akan memperbanyak interaksi antar kita dan dengan begitu antar warga Jakarta bisa hidup bersama dengan tenang dan damai," tutup Anies.
Sebelumnya, Kepala Subbagian Kerja Sama Sister City Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Yudi Hermawan, menyebutkan, rangkaian acara untuk memeriahkan perayaan hubungan Jakarta dan Berlin sudah digelar sejak 2018.
Misalnya, "Mural Persahabatan Jakarta-Berlin" di Terowongan Kendal Dukuh Atas, Jakarta International Performing Arts 2019 di Monas, dan Jakarta Berlin Festival 2019 di Terowongan Kendal
Konser mini yang menghadirkan dua musisi muda dari Jerman, yaitu Maximillian Schauer dan Philip Jonas kemarin malam adalah penutup dari rangkaian itu.

Share this article
Aspek kerjasama Jakarta dan Berlin begitu banyak, bukan hanya seni budaya melainkan juga pembangunan kota, bahkan pertukaran pakar.