MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai keputusan DPRD yang mengurangi 17 anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Pasalnya, dalam rapat badan anggaran Senin malam (9/12/2019, DPRD sepakat mengurangi 17 anggota TGUPP lantaran banyak dewan yang mempertanyakan fungsi dan peran lembaga ad hoc itu. Terlebih dengan adanya indikasi sejumlah anggota TGUPP yang merangkap jabatan.
Gubernur Anies mengatakan, pemangkasan jumlah anggota TGUPP sebagai tanda bahwa TGUPP efektif dan telah bekerja dengan baik.
''Kenapa pihak oposisi sangat keras pada TGUPP karena TGUPP efektif bekerja membuat program-program gubernur berhasil,'' ujarnya di Stasiun MRT Dukuh Atas, Selasa (10/12/2019).
Gubernur Anies mengklaim, pemangkasan jumlah anggota juga menandakan adanya oposisi yang terus mengkritik kinerja TGUPP.
''Oposisi selalu mengarahkan untuk lihat sendiri kan kritik-kritiknya kemudian pantauannya. Itu hal-hal yang membuat kinerja pemprov berhasil. Di situlah yang paling banyak dikritik dan TGUPP justru memainkan peran yang sangat instrumental. Karena itu, buat saya makin banyak dikritik terkait TGUPP berarti kinerja TGUPP-nya itu makin dirasakan,'' jelasnya.
Namun begitu, Gubernur Anies mengaku tidak menutup kemungkinan akan mengevaluasi kembali kinerja TGUPP.
''Ada, ada (evaluasi),'' katanya.
Sementara untuk anggota TGUPP yang terindikasi merangkap jabatan, Gubernur Anies masih menelusuri payung hukumnya.
''Nanti kita lihat aturan saja, kita lihat aturan,'' imbuhnya.

Share this article
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai keputusan DPRD yang mengurangi 17 anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).