JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Seorang anak tewas tersetrum listrik kabel di kawasan Rusun Penjaringan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019). Kejadian itu terjadi pada pukul 12.00 WIB siang tadi.
Pengelola Rusun Penjaringan, Ahmad Hidayat mengaku sempat melihat anak itu masih bernafas ketika ditolong menggunakan bambu. Bocah malang berinisial GR itu tengah mengenakan kaos merah dengan celana berwarna cokelat muda.
"Jadi begini, saat itu, saya melihat anak itu sudah telungkup kena aliran setrum. Saya menolong pakai bambu, bahkan di bambu yang saya pegang juga terasa aliran setrum itu," tutur Ahmad saat dihubungi Wartawan, Kamis (5/12/2019).
Ia lantas berusaha menyeret si bocah ke luar dari genangan air.
"Saya seret anak itu ke luar genangan, saya ikat kakinya menggunakan selang, diangkat kakinya dengan posisi kepala di bawah supaya airnya keluar. Saat itu si anak masih bernapas dan sempat tersedak air," sambungnya.
Namun sayangnya, nyawa si anak tidak tertolong ketika dilarikan ke Rumah Sakit Atmajaya.
"Lalu dia dibawa ke rumah sakit dan sekarang sudah meninggal. Saya nggak tahu meninggalnya saat dalam perjalanan atau sudah di rumah sakit," ujarnya lebih lanjut.
Ahmad mengakui di lokasi kejadian memang ada sisa bekas potongan kabel. Tapi biasanya saat hujan hingga terjadi genangan tidak sampai merendam kabel tersebut.
"Baru kali ini genangan meredam kabel itu dan jadi ada arusnya," paparnya.
Menurut dia, sudah ada peringatan pihak pengelola rusun agar tidak boleh ada aktivitas di lokasi tersebut karena sedang ada bongkaran.
"Di rumah susun penjaringan, Tower C ini kan sedang ada bongkaran (revitalisasi) tidak ada penghuni. Sebenarnya kita sudah mengingatkan warga, sesuai prosedur," paparnya.
"Jangan main di area lapangan bongkaran. Nah, anak itu masih bermain di situ, dia mau ambil bola yang terlempar ke sekitar kawasan yang terdapat potongan kabel, lalu dia tersetrum," sambungnya.
Ahmad juga mengatakan bahwa pihak keluarga korban tidak menuntut apapun atas tragedi ini.
"Enggak ada sih, mereka cuma minta penyelesaian secara kekeluargaan sekaligus mayatnya kita urus sampai disemayamkan di rumah dia," tuturnya.
Usai kejadian tersebut, area TKP langsung dipasangi garis polisi.

Share this article
Pengelola Rusun Penjaringan, Ahmad Hidayat mengaku sempat melihat anak itu masih bernafas ketika ditolong menggunakan bambu. Bocah malang itu tengah mengenakan kaos merah dengan celana berwarna cokelat muda.