JAKARTA, AYOKJAKARTA.COM -- PT MRT Jakarta akan mengembangkan lima kawasan terintegrasi Jakarta Urban Regeneration berkonsep transit oriented development (TOD).
Lima kawasan tersebut yakni Stasiun MRT Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M, Istora Senayan, hingga Dukuh Atas.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan terdapat empat poin utama dalam pengembangan kawasan ini. Pertama, membuat kawasan yang nyaman untuk pesepeda, pejalan kaki, dan penyandang disabilitas. Kedua, menciptakan kawasan terbuka hijau.
AYO BACA : Kereta Ratangga 0721 Alami Gangguan, PT MRT Minta Maaf
Lalu, ketiga akan membuat sistem pembangunan bangunan fungsional bertingkat terdiri dari mal dan hunian. Kemudian, membangun rumah susun dengan harga terjangkau.
\"Kemungkinan kita akan membentuk anak usaha untuk mengeksekusi pembangunan pengembangan kawasan. Khususnya dalam membangun hunian dan bangunan berfungsi campuran,\" ujarnya, Jumat (1/11/2019).
Anak usaha ini nantinya akan bangun joint venture dengan developer. Pembentukan anak usaha akan dilakukan tahun depan. Sedangkan untuk pengelolaan kawasan, ia mengaku masih mengurus perizinan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
\"Saya belum bisa sampaikan nilai invest-nya. Desain akan kita perkuat, dan rencananya tiga bulan ke depan baru dapat angka, setelah ada perizinan dari Pemprov. Kita juga ada rencana untuk menata Kota Tua, kami akan buat plaza dan kawasan terintegrasi, tapi fokusnya ke lima yang tadi dulu,\" pungkasnya.
AYO BACA : 1.482 Buku Bacaan Hasil Sumbangan Penumpang Disebar di Book Corner Stasiun MRT
Share this article
PT MRT Jakarta akan mengembangkan lima kawasan terintegrasi Jakarta Urban Regeneration berkonsep transit oriented development (TOD). Lima kawasan tersebut yakni Stasiun MRT Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M, Istora Senayan, hingga Dukuh Atas.