JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Akun Twitter TMC Polda Metro Jaya menghapus video yang mengklaim bahwa kepolisian mengamankan lima mobil ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang mengangkut batu dan bensin.
Tadi pagi, netizen sempat dikejutkan oleh viralnya video itu. Video diunggah ketika situasi sejumlah titik di dekat Pejompongan, Slipi dan Gatot Subroto dalam pemulihan keamanan setelah kerusuhan massa. Kerusuhan terjadi pada Rabu sore (25/9/2019) menyusul bentrokan aparat keamanan dengan belasan ribu mahasiswa pada Selasa (24/9/2019).
"02.15 WIB, Polri amankan 5 kendaraan ambulans milik Pemprov DKI yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jalan Jl. Gatot Subroto,"dikutip dari akun twitter @TMCPoldametro.
Dalam video tersebut terlihat sejumlah aparat kepolisian dengan pakaian antu huru-hara menghentikan dan menggeledah ambulans pelat merah yang bertuliskan antara lain Ambulance Gawat Darurat, PMI Kota Jakarta Timur dan Puskesmas Kecamatan Pademangan.
Lalu terdengar suara pria berteriak-teriak menuduh ambulans itu membawa batu sambil membentak-bentak personel medis.
Namun, video itu mendapatkan komentar sinis dari kebanyakan netizen. Sebab, tidak tampak ada batu yang dimaksud oleh petugas polisi itu di dalam video.
AYO BACA : Viral Video Polisi Geledah Ambulans DKI Bawa Batu dan Bensin, Netizen Tanya Barang Buktinya
"Batunya mana??? Tereak2 doang pembawa batu tp batunya ngga di liatin yg di liatin malah petugas medisnya, dobooool...dobooool..." tulis @kenyem70.
Kini, video itu sudah dihapus dan tidak tampak lagi di timeline akun Twitter TMC Polda Metro Jaya.
Beredar informasi bahwa video ambulans yang dituduh membawa batu itu sebelumnya sudah diunggah pengguna Twitter, Denny Siregar, sekitar 52 menit sebelumnya. Lalu akun TMC menyebarkan video itu pada 02.14 WIB.
Netizen yang juga wartawan sekaligus aktivis, Dandhy Laksono, mengkritik tindakan admin akun TMC dan meminta media-media massa yang sudah mengutipnya untuk menghapus berita terkait.
"Kita tunggu redaksi @kompascom dan media lain yang telah mengutip informasi hoax yang disebar @TMCPoldaMetro tentang ambulans yang membawa batu. Sebab kekerasan juga terjadi pada tim medis di gedung BNI. Mei lalu, tim ambulans Dompet Dhuafa juga menjadi korban kekerasan polisi" tweet @Dandhy_Laksono.
"Yang paling serius, di video yang disebarkan polisi itu, perekamnya sangat jelas dan sengaja mengatakan 'ini ambulans yang membawa batu'. Jadi ini bukan hanya penyebarluasan hoax yang melibatkan polisi, juga indikasi rekayasa hukum dan penyalahgunaan wewenang yang serius," tambah Dandhy.

Share this article
Beredar informasi bahwa video ambulans yang dituduh membawa batu itu sebelumnya sudah diunggah pengguna Twitter, Denny Siregar.