JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Presiden RI Joko Widodo akhirnya resmi mengumumkan kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, sebagai kawasan ibu kota baru pemerintahan Negara Republik Indonesia, Senin (26/8/2019).
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut memberikan tanggapannya. Anies memastikan Kota Jakarta akan tetap berperan sebagai simpul kegiatan perekonomian utama di Indonesia.
AYO BACA : Pemindahan Ibu Kota Paling Lambat 2024
"Untuk Jakarta, kita mendorong menjadi simpul kegiatan perekonomian global. Jadi, Jakarta tetap akan menjadi pusat kegiatan perekonomian, tidak ada pergeseran di situ," kata Anies.
Menurut dia, pemerintah pusat telah melakukan rapat teknis mengenai rencana pembangunan DKI Jakarta dengan anggaran pembangunan sebesar Rp571 triliun.
AYO BACA : Pemerintah Putuskan Penajam Paser Utara Jadi Ibu Kota Baru
Dia menilai pembangunan menuju pusat perekonomian global di Jakarta harus dilakukan dengan percepatan.
"Kita menargetkan sampai 2030. Pembangunan itu ada yang dari swasta, APBD, APBN, dan ada yang KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha), itu sudah dibahas," kata Anies.
Gubernur menilai mekanisme pasar akan menentukan pusat kegiatan perekonomian dengan sendirinya.
Dia menjelaskan fokus pembangunan di DKI Jakarta sebagai pusat perekonomian yakni membangun perumahan, transportasi umum, jaringan utilitas telekomunikasi, dan jaringan air bersih.

Share this article
Presiden RI Joko Widodo akhirnya resmi mengumumkan kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, sebagai kawasan ibu kota baru pemerintahan Negara Republik Indonesia, Senin (26/8/2019).