JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo akhirnya menyatakan bahwa tidak ada pembatasan ganjil genap untuk sepeda motor, Senin (26/8/2019).
Menurut Syafrin, hal itu terjadi karena faktor biaya dan efektivitas yang menjadi kendala penerapan kebijakan tersebut terhadap sepeda motor.
AYO BACA : Perhatian! Motor Tak Kena Aturan Ganjil Genap DKI Jakarta
"Sepeda motor memang dari proporsi jumlah itu paling banyak, tapi dari simulasi yang kami lakukan dari berbagai alternatif, dari keseluruhan unsur penilaian, didapatkan yang sekarang kita implementasikan uji cobanya, itulah titik yang paling optimal," kata Syafrin.
Syafrin mengatakan, jika kebijakan ganjil-genap diterapkan ke sepeda motor, sisi biaya sumber daya akan lebih besar daripada pembuatan kebijakan. Menurutnya, ini tidak akan bisa dicapai secara optimal.
AYO BACA : Terkait Perluasan Ganjil Genap, Anies Minta Masyarakat Gunakan Kendaraan Listrik
"Sisi sumber daya yang dibutuhkan mengawasi sepeda motor biayanya lebih besar daripada membuat kebijakan itu sendiri, secara optimum tidak akan bisa tercapai dan ini yang kita ambil," ucap Syafrin.
Selain itu, menurutnya, kebijakan ganjil - genap tidak bisa diterapkan kepada sepeda motor lantaran menyulitkan pihak kepolisian. Dia menyebutkan, jika polisi kesulitan, kebijakan menjadi tidak implementatif atau sulit terimplementasikan.
"Tidak ada, kita tidak ada pembatasan ganjil-genap untuk sepeda motor, jika sepeda motor dilakukan pembatasan bisa dibayangkan gimana polisi nanti. Jika mendekat di satu jalan (ganjil-genap), itu motor tidak puluhan tapi ratusan bahkan bisa luar biasa, ratusan motor polisi harus bedakan mana ganjil mana genap, bisa juling itu," ungkapnya.
Kemudian Syafrin juga menegaskan sudah ada kebijakan rekayasa lain, yakni kanalisasi yang akan diterapkan untuk sepeda motor. Kebijakan itu akan diuji coba tahun ini.
"Kita berharap paralel dengan perluasan ganjil-genap, ini kita akan lakukan kanalisasi sepeda motor, semua sepeda motor di jalan wajib menggunakan lajur kiri, kanalisasi rencana tahun ini paralel akan dilakukan. Kalau cari keadilan, ya, semuanya memang tidak adil, ini paling optimum, pasti tidak akan memuaskan semua pihak," ujar Syafrin.

Share this article
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo akhirnya menyatakan bahwa tidak ada pembatasan ganjil genap untuk sepeda motor, Senin (26/8/2019).