Jalan Panjang Para Pencari Suaka

Sejumlah pencari suaka berada dalam bus saat akan dipindahkan dari trotoar kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Pemerintah DKI Jakarta memindahkan pencari suaka yang berasal dari Afganistan, Somalia, Sudan dan Pakistan ke lahan bekas Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kalideres, Jakarta Barat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Sejumlah pencari suaka berada dalam bus saat akan dipindahkan dari trotoar kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Pemerintah DKI Jakarta memindahkan pencari suaka yang berasal dari Afganistan, Somalia, Sudan dan Pakistan ke lahan bekas Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kalideres, Jakarta Barat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Dua anak berlarian di pinggir jalan sesekali mereka berbicara dengan bahasa asing menunjuk-nujuk deretan bus oranye TransJakarta yang terparkir di pinggir Jalan Kebon Sirih di Jakarta Pusat, orang-orang tua mereka melihat sambil duduk beralaskan kardus.

Anak-anak itu adalah bagian dari rombongan pengungsi dan pencari suaka yang sudah beberapa hari tinggal di pinggir jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dekat dengan gedung Menara Ravindo yang merupakan lokasi kantor Badan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Awalnya jumlah mereka hanya puluhan, namun dalam beberapa pekan terakhir kehadiran mereka meningkat pesat dan memenuhi jalan tersebut.

“Tadinya mereka tidak sebanyak ini. Saya kan suka makan nasi goreng di samping Ravindo kalau malam. Sudah biasa melihat mereka, tapi ya tidak sebanyak seperti sekarang,” ungkap Desi R, salah satu karyawan perusahaan yang berada di sekitar jalan tersebut, ketika ditemui pada Kamis (11/7/2019).

Menurut Desi, setelah bekerja selama setahun di sekitar Kebon Sirih, pemandangan warga asing yang duduk di pinggir jalan dan tidur menggunakan tenda sudah bukan hal yang asing. Tapi dia tidak pernah melihat jumlah sebanyak seperti sekarang ini.

“Tadi saya lihat tendanya sampai dekat lampu merah. Biasanya hanya di samping Ravindo saya,” ungkapnya.

Para pengungsi di jalan tersebut kebanyakan berasal dari Afghanistan, Somalia, dan Sudan, negara-negara yang dilanda perang dalam beberapa tahun terakhir, dan kebayakan dari mereka mengaku melarikan diri dari negaranya karena mencari keamanan yang tidak di dapat di sana.

“Saya naik perahu sampai di Medan, dari sana naik bus ke Jakarta. Jauh sekali memang,” ungkap Abdul Salam, pengungsi asal Somalia, dengan bahasa Inggris terbata-bata ketika ditemui di Jalan Kebon Sirih pada Kamis (11/7).

Abdul mengaku dia dan istrinya melarikan diri dari perang dan bayang-bayang ekstremis agama di negara yang terletak di daerah Tanduk Afrika itu.

AYO BACA : Pencari Suaka Akan Dipindahkan ke Bekas Gedung Kodim Kalideres

“Saya sudah tinggal di Indonesia selama dua tahun. Saya kabur untuk menyelamatkan diri saya. Karena perang dan serangan dari grup seperti Al Shabaab,” ungkapnya, merujuk kepada kelompok bersenjata yang berupaya menyingkirkan pemerintah resmi Somalia.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ruslan Ahmad, pengungsi dan pencari suaka asal Afganistan yang mengaku sudah tinggal di Indonesia selama empat tahun. Menurut Ruslan, dia biasanya tinggal di sekitar Kebon Sirih dan makan terkadang didapat dari bantuan warga sekitar.

“Semua pengungsi di sini datang untuk menyelamatkan nyawa mereka. Kami merasa Indonesia aman,” ujarnya.

Ruslan mengaku dia datang ke Indonesia bersama teman-temannya yang kebanyakan adalah pria dan hanya ingin kejelasan di mana UNHCR akan menempatkan dia untuk hidup di sisa hidupnya.

“Saya tidak peduli negara mana. Asal aman,” ujarnya.

Transit pengunsi

Indonesia adalah rumah sementara untuk sekitar 13.840 pengungsi yang berasal dari 49 negara yang berbeda dengan hampir setengahnya berasal dari Afganistan, berdasarkan data yang dimiliki oleh UNHCR pada 2017.

Menurut data tersebut, keberadaan Indonesia menjadi tempat transit pengungsi mulai meningkat sejak akhir 2000, 2001, dan 2002. Dengan kedatangan pengungsi dan pencari suaka sempat turun pada 2003 sampai 2008, namun, kembali meningkat pada 2009.

Indonesia tidak meratifikasi trakat Konvensi Terkait Status Pengungsi pada 1951 yang mendefinisikan status pengungsi dan menetapkan hak individu untuk memperoleh suaka dan tanggung jawan negara yang memberikan suaka.

AYO BACA : 998 Pencari Suaka Tempati Tenda Sementara di Kalideres

Akibatnya, pemerintah memberikan otoritas kepada UNHCR untuk menjalankan mandat melindungi pengungsi dan mencari solusi untuk pengungsi yang datang ke Indonesia. Namun, Presiden Joko Widodo pada 2016 menandatangani Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri yang didalamnya mengatur bagaimana pemerintah Indonesia akan berkoordinasi dengan UNHCR dan/atau organisasi internasional bidang migrasi dan kemanusiaan yang bekerja sama dengan pemerintah.

Perpres itu juga mengatur bagaimana bila pengungsi yang belum tertampung, maka mereka dapat ditempatkan di lokasi akomodasi sementara yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Hal itu yang terjadi pada Kamis, 11 Juli 2019 saat para pengungsi yang sudah beberapa pekan menempati badan jalan di Kebon Sirih, dipindahkan ke lokasi penampungan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI serta beberapa lembaga negara yang lain.

Mereka dipindahkan ke Kalideres, Jakarta Barat, tinggal di tenda-tenda pengungsian Kementerian Sosial dan Dinas Sosial DKI Jakarta. Menurut data terakhir jumlah mereka mencapai 998 orang pada Kamis malam.

Bantuan itu, menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, adalah bentuk keprihatinan akan sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Meski dia juga menegaskan permasalahan pemberian suaka adalah urusan antara pengungsi dan UNHCR.

“Karena kalau ada apa-apa ini bukan urusan pemerintah daerah. Tapi secara kemanusiaan saya terpanggil. Masalah mereka mencari suaka itu ke UNHCR itu urusan mereka dengan UNHCR. Tapi tidak boleh ada namanya orang yang tidur di pelatara, apalagi di daerah ring 1, daerha perkantoran pemerintah,” ungkapnya ketika meninjau relokasi pengungsi di Kebon Sirih pada Kamis.

Pernyataan Prasetio diamini oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI yang membawahi bidang kesejahteraan masyarakat, Ramly HI Muhammad, yang menegaskan DPRD DKI bergerak atas dasar kemanusiaan.

“Komisi E mendukung agar mereka ditampung. Karena kasihan, dari segi kemanusian kita harus datangi. Karena tidak setiap saat begitu kondisinya,” ungkap Ramly ketika dihubungi pada Kamis.

Menegaskan komitmen pemerintah daerah dan lembaga legislatif Jakarta untuk menyelesaikan masalah pengungsi tersebut, Ramly berharap akan ada solusi ke depannya agar para pengungsi itu tidal lagi harus tidur di jalan-jalan umum.

“Karena mereka bisa dibilang tamu kita, kita coba hargai kedatangan mereka. Allah maha tahu bagaimana kita menerima mereka. Semoga ada jalan keluar segera,” ujarnya.

Keinginan akan ada jalan keluar tersebut juga merupakan impian para pengungsi yang dipindahkan tersebut. Mereka hanya berharap status mereka diperjelas dan segera memiliki kehidupan layak seperti orang-orang di negara damai.

“Kami hanya mencari kedamaian, supaya anak-anak saya bisa tumbuh baik,” ungkap Abdul Salam sesaat sebelum menaiki bus yang akan membawanya ke tempat penampungan.

AYO BACA : Para Pencari Suaka Mendapat Pengobatan dari Puskesmas Kalideres

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 14:46 WIB

Suara Pengamat: ISMN Meet Up Surabaya 2026 Benteng Pertahanan Kreator Lokal

Pengamat puji ISMN Meet Up Surabaya 2026! Dinilai sukses jadi wadah strategis yang bikin ekosistem media sosial jadi jauh lebih sehat.

Metropolitan 04 Jun 2026, 14:16 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik PLN 5-6 Juni 2026, PAM JAYA: Terdapat 45 Wilayah Terdampak Suplai Air

Informasi penting terkait gangguan sementara pada suplai air di sejumlah wilayah Jakarta akibat pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi sumber pasokan energi bagi Instalasi Pengola

Viral 04 Jun 2026, 14:12 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke, 70 Personel UPS DLH DKI Lakukan Penanganan Secara Bertahap!

Tim gabungan dari berbagai unsur mulai melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap tumpukan sampah yang membentuk daratan atau dikenal sebagai "pulau sampah" di pesisir Jakarta Utara.

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.

Jakarta Selatan 04 Jun 2026, 13:20 WIB

Pastikan Produk Pangan Aman, Sudin KPKP Jakarta Selatan Lakukan Uji Sampel di 5 Lokasi Ini!

Pastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, Suku Dinas Ketahanan Pangan, kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan aktif lakukan pengawasan.

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.