PASAR MINGGU, AYOJAKARTA.COM -- Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sekitar Jalan Raya Ragunan, Jalan Raya Pasar Minggu dan Jalan Terminal Baru, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan, segera ditata untuk masuk ke dalam lokasi yang berada di lingkup PD Pasar Jaya Pasar Minggu.
Hal tersebut dikemukakan langsung oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, seusai melakukan peninjauan terhadap lokasi penataan PKL di Pasar Jaya Pasar Minggu, Senin (31/8) malam.
“Jadi kami mengimbau, meminta kepada para pedagang yang selama ini ada di jalan, untuk masuk ke dalam (pasar). Karena ada juga kemungkinan mereka yang sudah punya lapak di dalam jadi ikut-ikutan punya lapak di luar,” ungkap Wakil Wali Kota Isnawa.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?
Menurut Isnawa, keadaan tersebut tidak sehat. “Pada saat jalan raya digunakan berdagang ramai, tetapi di dalam pasarnya malah cenderung mulai kosong atau sepi. Kita ingin mengembalikan fungsi pasar sebagai mana perannya.”
Isnawa menuturkan bahwa dari pengecekan baik lokasi binaan (lokbin) maupun area di sekitar pasar, masih ada beberapa yang kosong. Bahkan di lantai 2, ada lokasi yang hampir tidak ditempati oleh para pedagang.
“Kamai sudah melakukan pendataan kepada mereka yang ada di jalan, dan kita minta mereka untuk masuk. Dan kita akan menjaga jalan raya ini dengan Satpol PP, Perhubungan, teman-teman dari Koramil, Polsek.”
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula
Isnawa menegaskan penataan akan dilakukan per 1 September 2020. Pedagang sudah diminta untuk segera masuk ke dalam pasar. PD Pasar Jaya pun, dikatakan Isnawa, telah siap dan memploting pedagang untuk bisa masuk.
“Yang penting adalah koordinator pedagang membantu kita. Yang penting adalah PD Pasar dan teman-teman dari Sudin Koperasi UKM, semuanya ikut memapping pedagang untuk masuk ke dalam.”
Setelah para pedagang kaki lima masuk, Isnawa menambahkan bahwa para petugas akan berjaga 24 jam di lokasi sekitar agar para pedagang tidak kembali lagi ke jalan untuk berdagang.
“Jadi mari kita fungsikan jalan raya yang ada di sekitar pasar. Kita fungsikan area parkir dengan benar, kita fungsikan area dagang yang benar. Sehingga semua sama-sama diuntungkan dengan keberadaan pasar.”
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan

Share this article
JAKARTA SELATAN: Pedagang Kaki Lima di Pasar Minggu Ditertibkan