TEBET, AYOJAKARTA.COM - Kegagalan dalam bunuh diri oleh pelaku hingga menimbulkan luka yang berlebih dinilai bisa terjadi. Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Ferdinand Andi Lolo mengemukakan, Editor Metro TV Yodiu Prabowo kemungkinan menusuk dadanya sendiri menggunakan pisau hingga beberapa kali. Lantaran gagal, kemungkinan mencari bagian tubuh lain yang "mematikan" pun bisa saja dilakukan, seperti luka gorokan leher yang terdapat pembuluh darah.
"Bisa saja korban gagal dalam upayanya melukai bagian tubuh tertentu, lalu berpindah menyasar bagian tubuh yang lebih rentan seperti leher di mana ada pembuluh darah besar," kata Ferdinand dihubungi Suara.com - jaringan AyoJakarta.com, Minggu (26/7/2020).
"Satu hal yang bisa disimpulkan sementara dari hasil yang dipublikasikan polisi, korban ingin mencapai hasil yang diinginkan. Sehingga, beberapa kali mencoba sampai berhasil," sambungnya.
Analisa ini menurut Ferdinan bisa menjawab keraguan lantaran banyak masyarakat yang masih meragukan kematian Yodi yang disimpulkan karena bunuh diri. Ia mengatakan, dugaan polisi sudah berfasarkan fakta yang ada.
AYO BACA : Kata Kriminolog Soal Kasus Kematian Editor Metro TV
Kendati begitu, bukan tidak mungkin apabila ditemukan bukti lain dapat muncul dugaan adanya keterlibatan orang lain dalam kematian Yodi.
"Polisi bekerja berdasarkan scientific evidence dan keterangan saksi. spekulasi dan teori pembunuhan bisa saja berkembang namun bukti yang ada sejauh ini menunjukkan kematian korban akibat perbuatan sendiri," ujar Ferdinand.
Dalam fakta yang diungkapkan polisi mengenai tewasnya Yodi terungkap nahwa ia bunuh diri. Selain membeli pisau sendiri, Yodi diduga mengalami depresi hingga ingin mengakhiri hidupnya.
Fakta lain yang ditemukan yakni ia mengaku sering ingin mengakhiri hidupnya, positif mengkonsumsi narkoba, dan perenah memeriksakan dirinya untuk mengecek keterjangkitan HIV namun hasilnya tidak pernah diambil.

Share this article
"Bisa saja korban gagal dalam upayanya melukai bagian tubuh tertentu, lalu berpindah menyasar bagian tubuh yang lebih rentan seperti leher di mana ada pembuluh darah besar," kata Ferdinand dihubungi Suara.com - jaringan AyoJakarta.com, Minggu (26/7/2020).