AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, yang rusak akibat ditabrak truk akan segera dibangun kembali.
Meski demikian, Pramono mengungkapkan bahwa saat ini anggaran untuk pembangunan ulang fasilitas tersebut belum tersedia.
Pemprov DKI Jakarta kini tengah mencari berbagai alternatif sumber pendanaan agar pembangunan JPO strategis tersebut bisa segera terealisasi.
Beberapa opsi yang masuk dalam pertimbangan antara lain penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), APBD Perubahan, hingga mencari mitra strategis.

"Kalau Bina Marga menyampaikan bahwa belum akan dibangun karena memang pasti anggarannya belum ada, maka dengan demikian saya akan mencarikan ruang apakah melalui APBD Perubahan, atau dana-dana CSR, atau dana-dana KLB," ujar Pramono.
Pramono menegaskan bahwa pembangunan JPO ini tidak boleh tertunda lama.
Pasalnya, Jalan Kapten Tendean merupakan kawasan padat kendaraan yang menjadi titik penyeberangan utama bagi masyarakat sekitar.
"Karena lokasi itu adalah lokasi yang sangat padat dan strategis, harus segera ada JPO untuk menyelesaikan persoalan di lapangan," tambahnya.
Terkait penyebab kerusakan, Pramono menyebutkan bahwa insiden tersebut murni karena kelalaian sopir truk crane yang membawa muatan melebihi batas tinggi yang diizinkan.

Mengenai tuntutan ganti rugi kepada pihak bertanggung jawab, ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada dinas terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH).
Sebagai informasi, JPO di Jalan Kapten Tendean mengalami kerusakan parah setelah tertabrak truk crane pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Kejadian ini sempat memicu kemacetan parah dan rekayasa lalu lintas sebelum akhirnya jalanan kembali normal pada malam harinya.***
Share this article
Pramono mengungkapkan bahwa saat ini anggaran untuk pembangunan ulang fasilitas JPO Tendean belum tersedia.