AYOJAKARTA.COM - Tim Nasional Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Inggris. Namun, langkah sang juara bertahan ini diiringi oleh kontroversi besar.
Publik sepak bola dunia kini ramai membicarakan sentimen bahwa Argentina adalah 'anak emas' FIFA di Piala Dunia 2026.
Tudingan ini semakin menguat setelah munculnya petisi online di situs argentinaout.com.
Tercatat lebih dari enam juta orang telah menandatangani petisi yang mendesak agar Argentina didiskualifikasi.
Mereka menuduh FIFA dan wasit sengaja memberikan perlakuan istimewa kepada Lionel Messi dan rekan-rekannya.
Gelombang protes ini bermula dari kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengecam keras kepemimpinan wasit karena menilai gol timnya dianulir secara tidak adil oleh VAR.
"Kami tidak melihat rasa hormat ataupun sportivitas. Gol kami dianulir, tapi kemungkinan penalti untuk kami bahkan tidak diperiksa VAR. Ini adalah ketidakadilan," ujar Hossam Hassan, dilansir dari ESPN.
Hassan bahkan terang-terangan menyebut pertandingan tersebut telah diatur agar Messi tetap bertahan di turnamen.
Data statistik selama turnamen turut memperkeruh suasana. Argentina tercatat hanya menerima satu kartu kuning untuk setiap 19,7 pelanggaran.
Angka ini sangat kontras dengan Timnas Inggris yang menerima satu kartu kuning setiap 7,7 pelanggaran.
Lionel Messi juga sempat terhindar dari kartu merah saat melakukan pelanggaran keras terhadap kapten Aljazair di fase grup.
Padahal, pemain lain seperti Folarin Balogun langsung diusir keluar dalam insiden serupa.
Sementara itu, menjelang laga di Mercedes-Benz Stadium, FIFA kembali memberikan lampu hijau bagi Argentina untuk memakai seragam biru gelap.
Seragam ini identik dengan masa Diego Maradona saat mengalahkan Inggris di Piala Dunia 1986.
Keputusan ini menambah kecurigaan publik mengenai keberpihakan federasi sepak bola dunia tersebut.
Legenda Inggris, Alan Shearer, mengaku terkejut dengan banyaknya keputusan yang menguntungkan Argentina.
Ia menilai beberapa keputusan wasit selama Piala Dunia 2026 sangat tidak masuk akal.
"Saya terkejut atas beberapa keputusan yang diambil untuk menguntungkan Argentina. Saya rasa itu omong kosong belaka," ucap Shearer dikutip dari Mirror.
Harry Kane juga menyadari bahwa pertandingan semifinal ini akan terasa sangat panas dan berbau politik akibat sejarah Perang Malvinas.
"Dari sudut pandang pemain, (ketegangan) ini adalah kami melawan tim hebat, cerdas, dan taktis, yang tahu cara mendapatkan pelanggaran, tahu cara memperlambat permainan," kata Kane, dilansir dari ESPN.
Di sisi lain, pelatih Lionel Scaloni membantah keras tuduhan tersebut. Ia menyatakan bahwa di era teknologi VAR, hampir mustahil bagi wasit untuk membantu tim tertentu secara sengaja.
Namun, pakar hubungan internasional Shaiel Ben-Ephraim telah mengidentifikasi setidaknya sembilan keputusan wasit yang menguntungkan La Albiceleste sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.***
Share this article
Langkah Argentina ke semifinal Piala Dunia 2026 kontra Inggris diiringi kontroversi sentimen "anak emas" FIFA. Muncul petisi 6 juta tanda tangan agar Messi cs didiskualifikasi akibat isu bias VAR.