AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang kedapatan mencuri maupun merusak fasilitas publik di ibu kota.
Pria yang akrab disapa Mas Pram ini menegaskan tidak akan memberikan toleransi atau kompromi bagi para pelaku perusakan.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan akan menindak tegas, terutama jika pelaku merupakan warga yang selama ini menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Kalau memang kemudian orang yang mengambil itu bisa kita ketahui, apalagi kalau dia, misalnya penerima bansos atau penerima fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, saya tidak akan kompromi, kita tidak akan berikan kepada yang bersangkutan," tegas Pramono.
Menurutnya, fasilitas publik dibangun menggunakan anggaran daerah untuk kepentingan masyarakat luas, sehingga sudah seharusnya dijaga bersama dan bukan dirusak demi kepentingan pribadi.
Sebagai kota dengan penduduk lebih dari 11 juta jiwa, Pramono mengakui bahwa menjaga seluruh aset agar tetap berfungsi dengan baik merupakan tantangan besar.
Oleh karena itu, ia telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat melakukan perbaikan jika ditemukan fasilitas yang rusak.

"Saya sudah meminta kepada semua OPD, kalau ada kerusakan lift, segera diperbaiki," tuturnya.
Pramono juga memantau langsung kondisi fasilitas penyeberangan dan halte di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa lift di beberapa titik, seperti di kawasan Sarinah, saat ini sudah berfungsi kembali.
Sementara untuk laporan mengenai lift yang belum berfungsi di Halte Senayan, ia berjanji akan segera meminta dinas terkait untuk melakukan pengecekan di lapangan.***
Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang kedapatan mencuri maupun merusak fasilitas publik di ibu kota.