AYOJAKARTA.COM - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang menggunung di TPS Rusun Waduk Pluit, Jakarta Utara.
Gunungan sampah yang telah mengganggu kenyamanan warga itu ditargetkan dapat dibersihkan secara menyeluruh dalam waktu 7-10 hari.
Penanganan sampah dilakukan dengan mengerahkan tiga unit dump truck, satu unit alat berat, dan 10 personel.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto mengatakan petugas akan bekerja bertahap mengurai tumpukan sampah dan mengangkutnya dari lokasi.

"Kami bekerja secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh armada, alat berat, dan personel di lapangan untuk memulihkan kebersihan lingkungan serta memastikan pelayanan pengangkutan sampah bagi warga kembali berjalan optimal," ujar Ardiyanto.
Dalam 10 hari ke depan, kata Ardiyanto, pihaknya menargetkan sekitar 30 rit pengangkutan sampah.
Rencananya, jumlah armada dan personel akan ditambah sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan.
Menurut Ardiyanto, penambahan armada dan personel ini dilakukan agar sampah yang menggunung tersebut bisa segera tertangani.

Lebih lanjut, ia meminta pengelola rusun turut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah yang dihasilkan penghuni dengan menyusun target pengurangan sampah yang jelas, terukur, dan dievaluasi secara berkala.
"Setelah tumpukan ini ditangani, harus ada pembenahan sistem pengelolaan sampah di lingkungan Rusun. Pengelola perlu memastikan kontainer sampah berfungsi optimal dan menjaga agar sampah tidak dibuang sembarangan di luar tempat yang telah disediakan," katanya.
Ia meminta agar penghuni Rusun Waduk Pluit untuk mulai mengurangi dan memilah sampah dari sumber.
"Upaya mengurangi, memilah, dan menempatkan sampah secara tertib akan membuat kebersihan lingkungan Rusun dapat dijaga secara berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Penjaringan Fadli menambahkan bahwa penumpukan sampah itu muncul karena terkendala pembatasan armada pengangkut sampah sejak terjadinya longsor di TPST Bantargebang.
Pembatasan armada tersebut, menurut Fadli, membuat pengangkutan sampah lama yang masih berada di dalam bangunan TPS belum bisa dilakukan secara maksimal.***
Share this article
Penanganan sampah dilakukan dengan mengerahkan tiga unit dump truck, satu unit alat berat, dan 10 personel.