JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM--Perusahaan Daerah Pasar Jaya menargetkan pengurangan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, mencapai 140 ton atau sebesar 25 persen dari total volume pengiriman sampah sekitar 561 ton per hari.
"Kami berencana mengolah sampah khususnya sampah organik agar bisa diolah menjadi pakan ternak. Ini sebagai upaya mengurangi tonase sampah yang dikirim ke Bantargebang setiap harinya," kata Kepala Humas PD Pasar Jaya Amanda Gita Dinanjar di Jakarta, Kamis (1/7/2019).
AYO BACA : Pasar di DKI Sudah Pilah Sampah Sebelum Diangkut ke Bantargebang
BUMD DKI Jakarta itu, kata dia, akan memanfaatkan teknologi pengelolahan sampah organik dengan menggandeng BUMD lain yakni Dharma Jaya.
PD Dharma Jaya memiliki lahan cukup luas di Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur untuk membangun fasilitas pengolahan sampah.
AYO BACA : Pasar di Jakpus Hasilkan 430,4 Ton Sampah Per Bulan
"Kami masih dalam proses penjajakan. Kami berharap rencana awal dapat mengurangi sampah organik sebesar 50 ton per hari," ucapnya.
Perusahaan daerah itu akan meningkatkan program pemilihan sampah basah atau organik dengan sampah nonorganik atau sampah kering seperti botol plastik dan kardus.
PD Pasar Jaya mengelola 153 pasar di seluruh Jakarta dengan total volume sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 561 ton per hari berdasarkan data tahun 2018.
AYO BACA : Lokasi Penampungan Pencari Suaka Hasilkan 30 Meter Kubik Sampah
Share this article
Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya menargetkan pengurangan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, mencapai 140 ton atau sebesar 25 persen dari total volume pengiriman sampah sekitar 561 ton per hari.