KELAPA GADING, AYOJAKARTA - Satuan Pelaksana Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara mengeruk sedimen lumpur di saluran air pemukiman warga, saluran penghubung (PHB) kecil, dan saluran penghubung besar.
Kepala Satuan Pelaksana SDA Kelapa Gading, Citrin mengatakan, pengerukan bertujuan untuk mencegah banjir saat musim hujan datang.
"Insya Allah, genangan dan banjir musim hujan tahun ini dapat kita cegah," kata Citrin saat dikonfirmasi, Selasa 7 September 2021.
Selain pengerukan lumpur, petugas Sudin SDA juga melakukan pemeliharaan saluran air maupun operasional mesin pompa. Sedangkan untuk saluran PHB kecil pengurasan sedimen lumpur dilakukan secara manual. Sedangkan saluran PHB besar menggunakan alat berat.
Lokasi yang sudah dilakukan pengerukan diantaranya PHB BGR, PHB Kelapa Hibrida, PHB Kelapa Nias, PHB Jingga Raya, dan PHB Biru Laut Timur.
Diketahui sebelumnya, BMKG memprediksi musim hujan di Indonesia bakal datang lebih awal dari biasanya. Oleh karena itu, masyarakat diminta bersiap melakukan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi.
Selain prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami musim hujan lebih besar dari biasanya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi, dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna menghindari serta mengurangi risiko bencana.
BMKG memproyeksikan, dari total 342 zona musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 14,6% akan mengawali musim hujan pada September 2021, meliputi Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.
Kemudian, 39,1% wilayah pada Oktober 2021, mencakup Sumatera bagian Selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Sementara 28,7% wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.
Puncak musim hujan periode 2021-2022, BMKG memperkirakan, terjadi pada Januari dan Februari 2022.
"Perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah-wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak, seiring intensitas curah hujan yang akan terus semakin meninggi," kata Dwikorita dalam keterangan persnya, Kamis (26/8/2021) lalu.

Share this article
Selain pengerukan lumpur, petugas Sudin SDA juga melakukan pemeliharaan saluran air maupun operasional mesin pompa.