JAKARTA UTARA, AYOJAKARTA.COM -- Buruknya kualitas air laut di sekitar pantai di Taman Impian Jaya Ancol mengancam ekosistem laut di kawasan Teluk Jakarta.
Lumpur yang mengendap di dasar pantai menjadi penyebab buruknya kualitas air laut tersebut.
Manajer Konservasi Ancol, Yus Anggoro mengatakan pihaknya hingga saat ini masih mencari penyebab pasti banyaknya endapan lumpur tersebut.
"Penyebabnya, pertama media untuk dia (biota) tumbuhkan terbatas, terutama di dasar laut kan terbatas karena dasar lautnya didominasi oleh lumpur, nah lumpur itu tidak ada media untuk menempel, nah lumpur itu dari mana itu yang menjadi pertanyaan," ujarnya kepada Ayojakarta, Minggu (6/10/2019).
Pihaknya, kata Yus, menduga, lumpur tersebut timbul dari limbah dan pencemaran 13 sungai yang alirannya bermuara di teluk Jakarta, selain itu, diduga ulah nelayan yang tidak bertanggung jawab mencuri kerang hijau di dasar laut, padahal kerang hijau tersebut berfungsi untuk memfilter air laut.
AYO BACA : Butuh 450 Ton Kulit Kerang untuk Jernihkan Teluk Jakarta
"Atau mungkin ekosistem yang awalnya terganggu oleh nelayan, atau siapa yang ambil, jadi kondisinya saat ini memang di dasar lautnya seolah-olah seperti hutan gundul," ungkapnya.
Hingga saat ini, pihak Taman Impian Jaya Ancol terus melakukan pemulihan ekosistem laut Teluk Jakarta, salah satunya melalui progam restorasi kerang hijau.
Berdasarkan hasil penelitian dan eksperimen tim konservasi Ancol pertengahan tahun lalu, 1 kilogram (kg) kerang hijau mampu menyaring air sebanyak 10 liter per jam. Sebanyak 96 kg kerang hijau hasil restorasi yang dilakukan pun telah mampu menyaring 960 liter air laut secara alami dan menurunkan nitrogen sebanyak 21 miligram per jam.
AYO BACA : Usaha Ancol Restorasi Teluk Jakarta Dengan Tebar 3 Ton Kerang Hijau

Share this article
Buruknya kualitas air laut di sekitar pantai di Taman Impian Jaya Ancol mengancam ekosistem laut di kawasan Teluk Jakarta. Lumpur yang mengendap di dasar pantai menjadi penyebab buruknya kualitas air laut tersebut.