AYOJAKARTA.COM — Rabu Wekasan adalah istilah yang merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, yang diyakini oleh banyak umat Muslim sebagai hari yang penuh dengan potensi bencana.
Keyakinan ini didasarkan pada kesaksian para ahli makrifat dan mukasyafah, yang menyatakan bahwa setiap tahun Allah menurunkan 320.000 bencana, yang semuanya diturunkan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.
Karena itu, banyak umat Muslim yang menjalankan amalan khusus pada hari ini untuk memohon perlindungan dari bencana.
Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH M. Djamaluddin Ahmad, menuliskan amalan khusus untuk Rabu Wekasan dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah.
Amalan ini berupa shalat empat rakaat dengan niat shalat mutlak, diikuti dengan doa khusus, baik saat shalat dilakukan sendirian atau bersama-sama.
Berikut adalah penjelasan mengenai tata cara dan doa yang dianjurkan seperti dikutip dari laman NU Online:
Baca Juga: Nyesek! Sebelum Berita Zize Selingkuh Viral, Ibu Pratama Arhan Sudah Bikin Tumpeng Doa agar...
Tata Cara Shalat Rabu Wekasan
Shalat Rabu Wekasan dilakukan sebanyak empat rakaat dengan niat shalat mutlak. Pada setiap rakaatnya, dianjurkan membaca:
1. Surat Al-Fatihah 1x
2. Surat Al-Kautsar 17x
3. Surat Al-Ikhlas 5x
4. Surat Al-Falaq 1x
5. Surat An-Naas 1x
Setelah selesai melaksanakan shalat empat rakaat, doa berikut dibaca sesuai dengan kondisi, apakah shalat dilakukan sendirian atau bersama-sama.
Baca Juga: Beri Doa untuk Syifa Hadju dan El Rumi, Rossa: Semoga Jodoh Ya!
Doa Rabu Wekasan Jika Shalat Sendiri
Jika shalat dilakukan sendirian, berikut adalah doa yang dianjurkan:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالَ، يَاعزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيع عَلَّقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيع خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجملُ، يَا مُتفضِلُ، يَا مُنْعِمُ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لاَ إلهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اَللّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيْهِ، وَجَدِّهِ، وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ، وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Doa Rabu Wekasan Jika Shalat Dilakukan Bersama-sama
Jika shalat dilakukan bersama-sama, namun tidak secara berjamaah, berikut adalah doa yang dianjurkan:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَللّهُمَّ يَا شَدِيدَ القوى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالَ، يَا عَزِيزُ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنَا مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ، يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضِلُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنتَ ارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ، وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ، وَأُمِّهِ، وَبَنِيْهِ، اِكْفِنَا شَرَّ هَذَا اليوم. وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ، يَا كَافِيَ الْمُهمَّاتِ، يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ، فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلا بالله العلي العظيم، وَصَلَّى الله عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Amalan Rabu Wekasan ini dipercaya sebagai cara untuk memohon perlindungan dari Allah SWT terhadap bencana-bencana yang turun pada hari tersebut.
Baik dilakukan sendiri maupun bersama-sama, doa ini memiliki kedudukan penting dalam tradisi Islam untuk menghadapi hari Rabu terakhir di bulan Safar.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun amalan ini telah menjadi tradisi, keyakinan dan pelaksanaannya sebaiknya tetap berpegang pada panduan dari ulama dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Islam.***
Share this article
Rabu Wekasan adalah istilah yang merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, yang diyakini hari yang penuh dengan potensi bencana.