AYOJAKARTA.COM – Sempat dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pemeluk minoritas, kehadiran Ramadhan membawa pengaruh positif bagi muslim di Italia.
Setiap tahun secara berkesinambungan, jumlah pengagum non muslim terhadap Islam di Italia cenderung mengalami peningkatan setiap kali datang Ramadhan.
Melalui berbagai forum diskusi dan pengenalan langsung, masyarakat muslim di Italia kerap menggelar acara Buka Bersama lintas agama.
Membiarkan Islam sebagai sebuah objek pengamatan dan subjek atas berbagai persoalan, Ramadhan membuat Islam sangat mudah diakses oleh masyarakat Italia.
Dilandasi oleh rasa antusiasme yang tebal tentang berbagai ajaran Islam yang dicap radikal, pemahaman dan perspektif tersebut justru berujung sangkal.
Baca Juga: Waktu Terbaik untuk Berdoa dan Bertobat di Bulan Ramadhan, 4 Keistimewaan Ini Wajib Dipahami!
Berdekatan secara fisik dengan umat muslim hingga menciptakan ikatan emosi yang kuat, pemahaman tentang Islam di kalangan masyarakat Italia mengalami pergeseran.
Bukan lagi dicap sebagai penyebar rasa takut dan teror sebagaimana sudah terlalu sering terdengar, Islam justru dinilai bagian penting dalam mempersatukan berbagai perbedaan.
Dampak dari adanya pergeseran perspektif tersebut, lambat laun Islam semakin tumbuh di tengah dominasi ajaran agama mayoritas masyarakat Italia.
Tercatat sekitar 2000 orang di tahun 1970-an, populasi muslim berkembang hingga sekitar 2,87 Juta di tahun 2024 dan menjadikannya sebagai agama terbesar kedua di Italia.
Mulai masuk sejak abad ke sembilan, embrio ajaran Islam di Italia pertama kali muncul pada masa kekhalifahan Abbasiyah.
Baca Juga: Doa Ramadhan Hari Ketujuh: Amalan untuk Memperkuat Keimanan dan Ibadah Puasa
Selain diperkenalkan oleh kekhalifahan Abbasiyah, Islam di Italia juga merupakan dampak akulturasi dari kemenangan Emirat Aghlabiyah di Afrika Utara saat penaklukan Sisilia.
Memasuki zaman keislaman, sejumlah kota ternama di Italia seperti Palermo selama beberapa abad mulai mengalami berbagai perkembangan dan kemajuan.
Bukan hanya menjadi pusat kota, tetapi juga pusat dari perkembangan ilmu pengetahuan, perdagangan hingga berbagai kebudayaan Islam.
Selain Palermo, sejumlah kota lain seperti Venesia dan Genoa juga mengalami peningkatan signifikan secara ekonomis melalui sektor perdagangan.
Dua abad mengalami pencerahan spiritualitas yang terbukti melalui kemajuan budaya dan ilmu pengetahuan, pada abad ke 11 kekaisaran Norman mengambil alih dominasi politik.
Baca Juga: Jadwal Libur Sekolah Ramadhan 2025 Terbaru dari SEB 3 Menteri, Ditambah Jadi 28 Hari!
Meski pengaruh Islam perlahan memudar secara politik, namun sejumlah bangunan serta corak arsitektur di Italia tetap tidak bisa memungkiri sejarahnya.
Memiliki corak arsitektur yang kental nuansa Arab, bangunan Masjid Palermo sebagai pusat kebudayaan Islam berganti fungsi setelah Raja Roger Kedua berkuasa di tahun 1185.
Salah satu bangunan khas yang masih menyisakan guratan sejarah tentang kejayaan Islam di Italia adalah Gereja Katedral Palermo.***

Share this article
Sempat dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pemeluk minoritas, kehadiran Ramadhan membawa pengaruh positif bagi muslim di Italia.