AYOJAKARTA.COM - Menyembelih hewan kurban saat perayaan Idul Adha merupakan bentuk rasa syukur seorang mukmin atas karunia yang diberikan Allah SWT.
Dengan adanya Idul Adha, daging kurban kemudian bisa diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.
Sehingga dari pemberian daging kurban tersebut, setiap orang di hari Idul Adha ikut merasakan kebahagiaan yang mengantarnya kepada rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam kaidah agama khususnya Islam, untuk melakukan penyembelihan hewan kurban tentu saja tidak boleh sembarangan.
Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, Anies Baswedan Deklarasikan Soal Pentingnya Bangun Trotoar, Kenapa?
Adanya sejumlah kaidah yang mengatur secara rinci terkait hewan kurban, menunjukkan bahwa berkurban bukanlah ibadah sembarangan.
Selain dicari gemuk dan sehat, hewan yang akan disembelih juga harus memiliki patokan usia serta kondisi fisik tertentu.
Untuk mengetahui kesehatan hewan kurban, dapat dilihat secara fisik melalui mata, kulit, kaki serta bagian bagian testikel atau pelor hewan yang akan dikurbankan.
Persyaratan terkait dengan kualitas hewan kurban, menurut Ustaz Adi Hidayat merupakan bentuk keseriusan dalam beribadah.
Baca Juga: PENTING! Lakukan 9 Amalan Sunnah Jelang Hari Raya Idul Adha 2023, Dijamin Banjir Pahala, Apa Saja?
Semakin baik dan berkualitasnya hewan yang akan dikurbankan, menunjukkan sikap serius dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Antum saja waktu mau melamar istri cari mahar yang paling bagus, masa mendekat ke Yang Maha Pencipta bawa hewan kurban yang pincang,” ujar Ustaz Adi.
Selain kondisi fisik dari hewan yang akan dijadikan sembelihan kurban, usia juga menjadi salah satu hal penting dan tidak boleh diabaikan.
Untuk berkurban seekor Unta misalnya, harus sudah mencapai usia minimal 5 tahun, sedangkan Sapi 2 tahun dan Kambing atau Domba 1 tahun.
“Kambing usia setahun masuk tahun kedua, Kerbau atau Sapi usia 2 tahun masuk usia ketiga, kemudian Unta usia 5 tahun,” jelas UAH dalam salah satu kajian.
Apabila kedua syarat hewan kurban tersebut telah terpenuhi, seorang mukmin yang akan menjalankan penyembelihan kurban juga masih perlu melakukan hal lain.
Dimana hal ini masih jarang dilakukan oleh orang mukmin yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban.
Adapun yang perlu dilakukan seorang mukmin ketika hendak berkurban adalah kesunahan untuk tidak memotong kuku atau rambut sepuluh hari sebelum pelaksanaan kurban.
Adanya kesunahan tersebut sebagaimana telah tertulis dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
“Nabi SAW pernah bersabda, jika seorang berkeinginan menyembelih hewan kurban, maka jangan sekali-kali memotong kuku dan rambut yang melekat pada seluruh tubuh,”
Demikian sunnah sebelum berkurban yang dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 18 Juni 2023 dari kanal YouTube Ceramah Pendek. ***

Share this article
Hal yang diperhatikan sebelum memilih hewan Qurban menurut Ustadz Adi Hidayat, dan sunnah bagi Sohibul Kurban Modhohi