AYOJAKARTA.COM -- Di bulan Ramadan tahun 2025, Lailatul Qadar adalah malam yang luar biasa istimewa.
Malam ini disebut sebagai malam penuh berkah dalam setahun, sehingga siapa pun yang melewatkannya bisa dikatakan kehilangan banyak kebaikan.
Para ulama menekankan bahwa selain menjauhi dosa, kita juga harus menghindari menyia-nyiakan waktu di malam yang berharga ini.
Secara teknis, malam dimulai sejak Maghrib. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memanfaatkan waktu sejak saat itu dengan sebaik-baiknya.
Seorang mukmin yang ingin mendapatkan ridha Allah dan memperbanyak amal shaleh harus berusaha mengisi malam ini dengan ibadah dan ketaatan.
Jika seseorang diberi kemudahan untuk menjalankannya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Baca Juga: Tidak Memberatkan Makmum, Hafalkan Rekomendasi Surat untuk Salat Tarawih dan Witir
Malam Lailatul Qadar adalah momen yang sempurna untuk berdoa, memohon kebaikan, serta menghindari keburukan yang mungkin menimpa kita.
Mengutip dari situs resmi Muhammadiya, salah satu doa yang diajarkan khusus untuk malam ini adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah! Engkau Maha Pengampun, dan Engkau mencintai pengampunan, maka ampunilah aku.”
Rasulullah mengajarkan kita untuk memohon kepada Allah dengan menyebut nama-Nya, Al-‘Afuww (Maha Pengampun), yang memiliki makna mendalam dalam kaitannya dengan malam Qadar. Secara bahasa, kata ‘afuw berarti menghapus dan menghilangkan jejak kesalahan (Lisan al-‘Arab, 4/3019).
Artinya, doa kita pada malam ini berisi permohonan agar Allah menghapus konsekuensi dari kesalahan yang telah kita lakukan. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa pengampunan Allah dapat melindungi kita dari musibah yang mungkin terjadi akibat dosa-dosa kita:
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)
Dalam hadis, disebutkan bahwa Lailatul Qadar merupakan momen di mana dosa-dosa seseorang dihapuskan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang beribadah pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)
Pada malam yang penuh kemuliaan ini, segala ketetapan Allah bisa saja mengandung ujian sebagai konsekuensi dari dosa-dosa kita.
Baca Juga: Ide Jualan Ramadhan dengan Modal Usaha Murah, Tahu Isi Renyah dan Gurih
Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk bersungguh-sungguh memohon ampunan kepada Allah Al-‘Afuww agar dosa-dosa kita dihapus dan digantikan dengan keberkahan yang melimpah.
Share this article
Pada malam yang penuh kemuliaan ini, segala ketetapan Allah bisa saja mengandung ujian sebagai konsekuensi dari dosa-dosa kita.