AYOJAKARTA.COM- Bulan Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.
Namun, dalam praktiknya sering terjadi perdebatan mengenai bagaimana seharusnya interaksi antara orang yang berpuasa dan tidak berpuasa, terutama terkait keberadaan rumah makan atau restoran yang tetap buka di siang hari.
Dalam sebuah diskusi yang dihadiri Ustadz Khalid Basalamah, dibahas secara mendalam mengenai toleransi dan saling menghargai di bulan Ramadan.
Beliau menjelaskan dengan mengambil pelajaran dari kisah para sahabat Nabi saat Perang Badar yang terjadi pada Ramadan tahun kedua Hijriah, di mana sebagian sahabat ada yang berpuasa dan sebagian lainnya tidak.
"Sungguh orang yang berpuasa di antara kami tidak menyalahkan orang yang berbuka puasa, dan orang yang berbuka puasa tidak menyalahkan orang yang puasa," kata Ustadz Khalid mengutip riwayat tersebut.
Menunjukkan bahwa sejak awal Islam telah mengajarkan sikap saling menghormati dalam perbedaan kondisi.
Ustadz Khalid Basalamah lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam konteks kekinian, terlebih di negara seperti Indonesia yang beragam.
Terdapat banyak alasan yang membuat seseorang tidak berpuasa, baik itu karena uzur syar'i (alasan yang dibenarkan secara agama) maupun karena memang bukan pemeluk agama Islam.
"Dari mana kita tahu kalau orang yang sedang jualan tidak menghormati bulan suci? Mungkin dia tidak punya income untuk biayai keluarganya buka puasa kecuali dari situ," ujar beliau.
Ustadz Khalid juga menambahkan, "Jadi ini tidak perlu masuk ke satu rana sensitif seperti ini sehingga membuat orang pun memandang Islam itu kok kaku banget."
Beliau mengajak untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang yang tidak berpuasa atau pemilik rumah makan yang tetap buka, karena bisa jadi mereka memiliki alasan yang tidak kita ketahui.
Termasuk kebutuhan ekonomi untuk menafkahi keluarga atau melayani mereka yang memiliki uzur dan tetap membutuhkan makanan di siang hari.
Diskusi ini juga menyinggung tentang titik temu yang bisa menjadi solusi, di mana baik yang berpuasa maupun yang memiliki usaha kuliner sama-sama saling menghormati.
"Orang yang sedang puasa enggak usah iseng sengaja lewat-lewat di depan restoran ataupun mampir," kata Ustadz Khalid.
Sementara bagi pemilik restoran, "Jangan perlu menampilkan makanannya di pinggir-pinggir jalan yang sampai menggiurkan orang mengganggu orang yang puasa."
Dengan demikian, bulan Ramadan bisa menjadi momentum untuk saling memahami dan menghargai, bukan malah saling menyalahkan.
Ustadz Khalid juga membahas tentang berbagai keringanan (rukhsah) dalam berpuasa bagi mereka yang memiliki uzur, seperti orang sakit, musafir, wanita hamil dan menyusui, yang menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberi kemudahan, bukan kesulitan.
Sebagaimana beliau jelaskan, "Dari lima rukun Islam, ada yang wajib tanpa toleransi yaitu syahadat dan salat, ada yang wajib bagi yang mampu yaitu zakat dan haji, dan puasa Ramadan yang wajib bagi yang mampu tapi masih bisa diganti di hari lain."***

Share this article
dihadiri Ustadz Khalid Basalamah, dibahas secara mendalam mengenai toleransi dan saling menghargai di bulan Ramadan