AYOJAKARTA.COM - Berikut adalah niat puasa syawal beerta keutamaannya.
Umat muslim baru saja selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan 2025 selama satu bulan dan dilanjutkan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kendati demikian, amalan yang bisa dilakukan tidak cukup berhenti sampai disitu.
Rasulullah SAW menganjurkan amalan sunnah lainnya yang bisa dilakukan pada bulan Syawal 1446 Hijriah.
Baca Juga: Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri 2025 di Wilayah Jakarta dan Jam Mulainya
Amalan sunnah tersebut adalah puasa syawal yang dilakukan selama enam hari.
Berikut bacaan niat puasa syawal lengkap lengkap dengan artinya, dikutip dari jabar.nu.or.id, Senin (31/3/2025):
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Bagi orang yang mendadak pagi hari ingin mengamalkan puasa syawal diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak berpuasa.
Sebab, niat puasa boleh dilakukan pada siang siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Maka dia dianjurkan untuk membaca niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."
Keutamaan menjalankan puasa syawal:
Lima keutaman bagi Muslim yang melaksanakan puasa syawal dengan mengutip pandangan Imam Ibnu Rajab al-Hanbali:
1. Sebagai penyempurna puasa Ramadan
Puasa syawal sebagai penyempurna dari puasa Ramadan.
Hal ini sebagaimana salat yang bila ingin menyempurnakan salat fardu, maka dianjurkan melaksanakan salat sunnah rawatib, yaitu qabliyah dan bakdiyah.
Baca Juga: Doa dan Amalan Terbaik untuk Puasa Terakhir di Bulan Ramadan 2025
2. Menyempurnakan pahala puasa
Puasa syawal memiliki keistimewaan untuk menyempurnakan pahala puasa menjadi pahala puasa setahun.
Hal ini sebagaimana yang ditegaskan Rasulullah dalam haditsnya.
3. Tanda puasa Ramadan diterima
Puasa syawal menjadi pertanda puasa Ramadan diterima oleh Allah SWT.
Ustaz Amien Nurhakim menjelaskan, umat Islam yang membiasakan puasa setelah puasa Ramadan adalah orang yang beruntung.
Sebab kebiasaan itu akan menjadi pertanda diterimanya puasa yang dikerjakan sebelumnya.
Keterangan mengenai ini dikutip oleh Ustaz Amien Nurhakim dari pernyataan ulama yang menyebutkan bahwa ganjaran perbuatan baik adalah perbuatan baik setelahnya.
Siapa pun yang berbuat kebaikan kemudian mengikutkannya dengan perbuatan baik lainnya, maka hal yang demikian adalah tanda diterimanya kebaikan yang pertama.
4. Sebagai tanda syukur kepada Allah
Puasa syawal sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.
Di bulan Ramadan banyak anugerah yang diberikan Allah SWT.
Seperti ampunan, pahala yang berlipat-lipat, dan seterusnya.
Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah ra yang artinya: "Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Bantuan Sosial Cair Menjelang Lebaran 2025! BLT Tunai Rp600.000 Siap Diantar ke Rumah
5. Tanda ibadah Ramadan tak terputus
Puasa syawal menandakan bahwa ibadah yang dilaksanakan bulan Ramadan tidak terputus.
Spirit ibadah bulan Ramadan hendaknya tidak sekadar menjadi musiman, melainkan harus dipertahankan di bulan-bulan berikutnya.
Sementara puasa syawal bisa dibilang sebagai salah satu bentuk usaha yang dapat kita lakukan untuk melestarikan ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan.***
Share this article
Berikut ini adalah niat puasa syawal bacaan Arab dan latin beserta artinya dan keutamnnya, amalan yang dikerjakan setelah Idul Fitri.