AYOJAKARTA.COM -- Saat ini ribuan jemaah haji Indonesia yang mendaftar visa haji jenis Furoda melalui travel atau biro perjalanan masih berharap-harap cemas.
Padahal Pemerintah Arab Saudi sudah menutup semua jenis layanan pengajuan visa haji sejak akhir Mei 2025.
Berdasarkan penjelasan otoritas Arab Saudi semua visa haji untuk Furoda tidak terbit pada tahun 2025 ini.
Baca Juga: 100 Hari Pramono-Rano: Klaim 40 Program di Jakarta, Apa Saja Program Unggulan yang Telah Dijalankan?
Namun beredar kabar di media sosial dan grup WhatsApp dengan narasi bahwa Arab Saudi masih akan menerbitkan visa Furoda pada tanggal 5 Dzulhijah atau 1 Juni 2025 selama 1 hari saja.
Akibatnya masih banyak warga Indonesia yang sudah mendaftarkan haji Furoda masih berharap bisa berangkat haji. Berikut narasi dan pesan yang beredar:
"Goodnews. Visa furoda akan release hari Ahad tgl 5 Dzulhijah 1446H / 1 juni 2025 M untuk B2G Indonesia. Namun hanya 1 hari saja. Hasil dari koordinasi Mentri Agama dan team di Saudi yang bernegosiasi dengan Kementerian Haji Saudi. Semoga saja berita ini benar adanya. Info dari team yang ada di Saudi."
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Hilman Latief menegaskan bahwa pesan dan narasi itu tidak benar.
Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Canggih 'fake BTS' Pakai Nomor Resmi Bank, Begini Ciri-cirinya
"Terkait dengan informasi pembukaan visa Furoda pada hari Minggu, sebagaimana yang tersebar di sosial media, kami sampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sampai hari ini belum mendapatkan informasi apapun terkait hal tersebut," ujar Hilam Latief salam keterangan resminya di Makkah, Minggu 1 Juni 2025.
Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Makkah dan bersiap melakukan Wukuf di Arafah pada 5 Juni 2025.
Kuota jemaah haji Indonesia 2025 mencapai 220.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 203.320 merupakan haji reguler sisanya merupakan jemaah haji khusus yang ditangani melalui travel atau biro perjalanan haji.***

Share this article
Ribuan pendaftar haji Furoda cemas, visa tak terbit. Kemenag tegaskan info soal penerbitan visa 1 Juni 2025 adalah hoaks.