AYOJAKARTA.COM – Tak sedikit umat Muslim yang mempertanyakan hukum kredit motor atau mobil dalam Islam, karena takut riba.
Kali ini tidak perlu bingung lagi, karena Ustaz Abdul Somad menerangkan soal kredit dalam ceramahnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Pena Hijrah, Ustaz Abdul Somad menjawab pertanyaan dari seorang jamaah.
“Kami kredit barang, tapi setelah setengah bayar kami tahu kalau itu riba, kami ingin melunasinya namun belum sanggup, kalau kami berhenti kami susah untuk pergi, kerja atau pergi jauh, apa yang harus kami lakukan,” tanya seorang jamaah, dikutip pada Sabtu, (18/3/2023).
Menurut pernyataan Ustaz Abdul Somad, bahwa kredit motor atau mobil itu diperbolehkan.
Sebab, kredit merupakan penukaran uang dengan barang.
Dijelaskan Ustaz Abdul Somad yang tidak boleh dilakukan yakni menukar uang dengan uang.
“Kalau uang dengan barang itu boleh, kredit motor itu uang dengan barang jadi boleh,” jawab Ustaz Abdul Somad.
Akan tetapi Ustaz Abdul Somad atau UAS menyarankan agar jangan sampai telat untuk membayar, karena nanti timbul denda.
“Cuman hindari jangan sampai bayarnya terlambat nanti kena denda,” jelas Ustaz.
Membeli uang dengan uang disebut riba jika nyicil, sementara jik cash dan jumlahnya sama itu diperbolehkan.
“Uang dengan uang riba, lalu kita ke Makkah itu bawa rupiah membeli ringgit, bawa rupian membeli dollar, bawa rupiah membeli riyal, kenapa tidak riba?,” ungkap UAS.
“Karena itu cash, kalau cash itu sah karena tidak keadit,” tuturnya.
Lebih lanjut Ustaz Abdul Somad menyebutkan fatwa ulama yang telah diterjemahkan di laman Somad Morocco.
البيع بالأجل / البيع المؤجل
Jual Beli Dengan Jangka Waktu.
Diterjemahkan Oleh: H. Abdul Somad, Lc., MA.
تاريخ الفتوى : 18 رجب 1426 الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:
فلقد أجاز مجمع الفقه الإسلامي البيع بالتقسيط في دورة مؤتمره السادس المنعقد في جدة 17شعبان 1410هـ الموافق 14مارس 1990م، وذلك في قراره رقم (53/2/6) بشأن البيع بالتقسيط وفيه: تجوز الزيادة في الثمن المؤجل عن الثمن الحال.... إلخ. انتهى .
Tanggal Fatwa: 18 Rajab 1426 H
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:
Majma’ al-Fiqh al-Islamy (Lembaga Fiqh Islam) membolehkan jual beli dengan tempo (jangka waktu atau kredit), pada konferensi yang keenam yang dilaksanakan di Jeddah pada tanggal 17 Sya'ban 1410 H bertepatan dengan 14 Maret 1990 M.
Dalam keputusan no. 53/2/6 tentang jual beli dengan tempo (jangka waktu). Fatwa dalam masalah ini: boleh tambahan pada harga dengan tempo (jangka waktu) terhadap harga kontan … dan seterusnya. Selesai.
Sumber: Fatwa asy-Syabakah al-Islamiyah, juz:170, halaman: 250.
س 74: السيارات التي تباع عن طريق التقسيط يزاد في سعرها إذا اشتريتها عن طريق التقسيط بحيث إذا كان سعر السيارة "15 " ألف ريال نقدا تباع على إنسان بأكثر من هذه القيمة عن طريق التقسيط. هل هذا البيع ربا ؟
ج: البيع بالتقسيط لا حرج فيه، إذا كانت الآجال معلومة والأقساط معلومة، ولو كان البيع بالتقسيط أكثر ثمنا من البيع نقدا؛ لأن البائع والمشتري كلاهما ينتفعان بالتقسيط. فالبائع ينتفع بالزيادة والمشتري ينتفع بالمهلة.
وقد ثبت في الصحيحين عن عائشة رضي الله عنها: "أن بريرة رضي الله عنها باعها أهلها بالتقسيط تسع سنوات، لكل سنة أربعون درهما" ، فدل ذلك على جواز بيع التقسيط، ولأنه بيع لا غرر فيه ولا ربا ولا جهالة، فكان جائزا كسائر البيوع الشرعية إذا كان المبيع في ملك البائع وحوزته حين البيع.
Pernyataan no.74. Mobil-mobil yang dijual dengan cara kredit, jika saya beli maka harganya bertambah. Jika harganya kontan 15 ribu Riyal, maka dijual dengan harga lebih dari itu ketika dijual dengan cara kredit apakah ini riba?
Jawaban:
Jual beli kredit itu tidak ada keberatan di dalamnya (boleh), jika waktu dan tambahan nya diketahui, meskipun harga kredit lebih mahal daripada kontan.
Karena penjual dan pembeli sama-sama mendapat manfaat. Penjual mendapat manfaat tambahan harga dan pembeli mendapat tempo (jangka waktu).
Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim bahwa Barirah dijual oleh tuannya dengan cara kredit selama 9 bulan, 1 tahunnya 40 Dirham. Ini menunjukan bolehnya jual beli kredit.
Karena tidak ada unsur gharar (tidak pasti) di dalamnya, juga tidak ada riba dan jahalah (tidak jelas).
Maka boleh, sama seperti jual beli lainnya, jika barang yang dijual itu hak milik di penjual dan berada dalam kekuasaan saat transaksi jual beli berlangsung.***

Share this article
Menurut pernyataan Ustaz Abdul Somad, bahwa kredit motor atau mobil itu diperbolehkan. Inilah sebabnya.